Umat Hindu mengikuti ritual melasti serangkaian karya di Pura Dalem Puri Besakih. (BP/gik)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan rangkaian kegiatan terkait karya Pura Dalem Puri Besakih sudah digelar. Pada Sabtu (1/7), ribuan pamedek Pura Dalem Puri Besakih, Desa Besakih Kecamatan Rendang, Karangasem, mengikuti prosesi melasti ke Pura Tirta Toya Sah Desa Muncan Kecamatan Selat Karangasem.

Melasti ini serangkaian prosesi nyanggra puncak karya mlaspas, nubung pedagingan dan ngenteg linggih di Pura Dalem Puri Besakih, yang akan digelar selama 22 hari. Puncak karya akan dilaksanakan pada Buda Kliwon Ugu, 19 Juli nanti.

Rangkaian melasti di Pura Tirta Toya Sah diiringi alunan gamelan dan genta dipuput oleh Wiku Manggalaning Karya, Ida Pedanda Gede Peling Penatih dari Geria Carik Sidemen, Ida Pedanda Gede Jelantik Duwaja dari Geria Jelantik Dauh Pasar Budakeling dan dan Wiku Tapini Karya Ida Pedanda Isteri Karang dari Geria Sibetan dan Ida Pedanda Istri Wayan Jelantik Duwaja dari Geria Jelantik Dauh Pasar Budakeling.

Baca juga:  Tahun 2019, Pemkab Karangasem Revitalisasi Tiga Pasar

Manggala Prawartaka Karya I Wayan Artha Dipa mengatakan selanjutnya, ada beberapa rangkaian upakara/upacara yang akan dilaksanakan usai melasti. Pada Anggara Kliwon Prangbakat, Selasa (4/7) besok, sebelum Tawur Balik Sumpah Agung yang dilanjutkan pada Buda Kliwon Ugu sekaligus prosesi puncak karya/mendem pedagingan, ngenteg linggih, mepeselang dan pedanan. “Karya akan dipuput oleh lima Sulinggih. Setelah puncak karya akan dilaksanakan penganyar dengan melibatkan Pemprov Bali dan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali. Karya masineb pada Redite Umanis Klawu, Minggu (30/7) nanti,” kata Artha Dipa. (Bagiartha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.