JAKARTA, BALIPOST.com – Menindaklanjuti instruksi  Presiden Joko Widodo agar operator penerbangan segera membuka rute menuju beberapa bandara pada jalur selatan Jawa, mendapat respon Lion Grup. Mereka mengoperasikan pesawat Wings Air dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Wiriadinata Tasikmalaya, Jabar. Inagurasi penerbangan perdana dilakukan Direktur Safety Wings Air Capt. Iyus Susanto di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu (1/7).

Pada hari yang sama, Wings Air melayani beberapa rute penerbangan perdana seperti  Kualanamu-Jambi. Tidak hanya itu, maskapai yang beroperasi menggunakan pesawat tipe ATR 72-500/600 tersebut juga mengoperasikan penerbangan dari Halim Perdanakusuma-Bandung, Bandung-Malang, Balikpapan-Palangkaraya, dan Ujung Pandang-Raha.

Public Relations Manager Lion Air Group Andy M. Saladin mengatakan, rangkaian rute-rute baru ini dibuka tentu untuk dapat terus memberikan pilihan yang beragam terhadap akses yang di sediakan oleh maskapai Lion Air Group. “Kami berharap dapat menjadi pilihan dan solusi bagi masyarakat khususnya pelanggan setia kami untuk bepergian,” ujar Andy.

Andy menambahkan, penambahan akses dan jam penerbangan juga dilakukan mengingat permintaan yang tinggi serta kebutuhan yang beragam, sehingga Lion Air dan Wings Air merasa perlu untuk dapat terus hadir melayani masyarakat dalam menyediakan penerbangan yang aman dan nyaman. “Kami harapkan dengan beroperasinya rute ke Tasikmalaya dan juga ke Bandung dapat memberikan pilihan kepada penumpang kami yang mempunyai mobilitas yang tinggi,” jelasnya.

Baca juga:  Lion Air Sering Bermasalah, Ini Dilakukan Kemenhub

Untuk penerbangan 45 menit Halim-Wiriadinata itu, Iyus Susanto mengungkapkan, Wings Air mengoperasikan pesawat ATR 72-500. Sebelumnya, 17 Oktober 2016 Wings Air sudah melakukan uji terbang ke Lanud di Tasikmalaya itu.

Waktu itu, slot di Bandara Halim  pun sudah diperoleh. Namun fasilitas di Wiriadinata masih belum lengkap, terutama peralatan untuk mendukung keselamatan penerbangan, seperti pemadam kebakaran (PK-PPK) serta x-ray untuk memeriksa penumpang dan bagasi. “Pesawat ATR 72 sudah parkir di Halim. Namun karena slot terbang itu lama tidak dipakai, akhirnya digunakan oleh Batik Air untuk rute Halim-Lampung,” ujar Iyus.

Sebeklumnya, Presiden Jokowi menginstruksikan beroperasinya Bandara Wiriadinata sebagai enclave sipil. Instruksi tersebut merupakan milestone atau tonggak dibukanya penerbangan jalur selatan Pulau Jawa, dan hal itu sesuai dengan Nawa Cita ketujuh, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. (nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.