perbekel pelaga
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung, akan memadukan antara kesenian dan kehidupan pertanian di area Festival Budaya Pertanian (FBP). Pelestarian seni dan budaya di bidang pertanian ini akan diselenggarakan di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Plaga.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, IGAK Sudaratmaja, mengatakan kegiatan tahunan itu recananya akan dihelat pada 15 Juli hingga 18 Juli 2017. “Kami berencana akan kembali menggelar Festifal Budaya Pertanian pada Juli ini. Kami akan mengkolaborasikan antara kesenian dan sektor pertanian,” ujar IGAK Sudaratmaja, Jumat (30/6).

Menurutnya, pihaknya tengah melakukan rapat pematangan event tahun ini. Seperti, mempersiapkan undangan. Kegiatan ini juga akan melibatkan sejumlah desa wisata  serta melibatkan enam kecamatan.

“Tema dalam FBP 2017 ini adalah mengangkat tentang seni  yakni “Angajap Lango” (Mendambakan Seni). Sebab, Kabupaten Badung bertumpu pada sektor pariwisata , maka seni dan budaya harus tetap dipertahankan, karena seni budaya sebagai modal dasar pembangunan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang digelar selama empat hari tersebut, selain kegiatan pawai budaya pertanian, pihak panitia juga menggelar berbagai lomba, seperti lomba stand pameran, lomba kuliner, dan lomba ukir buah. Ada juga lomba gebogan, lomba hidroponik mini serta lomba karya tulis ilmiah PPL se-Kabupaten Badung . Pemenang lomba akan diumumkan saat penutupan pada Selasa 18 Juli.

Baca juga:  Bupati Suwirta Buka Porsenides Desa Akah dan Desa Manduang

“Kegiatan ini bertujuan mengangkat citra badung utara, menggali spirit budaya pertanian sebagai roh pariwisata, mendorong terjadinya transaksi bisnis komoditas pertanian, menginisiasi tumbuhnya sinergitas pertanian, pariwisata dan menjadikannya media dialog publik, pendidikan dan hiburan,” katanya.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta juga mengatakan FBP merupakan kegiatan tahunan Pemkab Badung yang diharapkan mampu membangkitkan pertanian dalam arti luas di Badung sekaligus event ini sebagai media edukasi, transaksi komoditi pertanian serta pariwisata.

“Kami harapkan FBP ini akan menjadi salah satu event tingkat nasional, seperti Legian Beach Festival yang telah dijadikan dan diputuskan oleh Kementerian Pariwisata menjadi kalender event tahunan nasional,” terangnya.

Disebutkan, dalam RPJMD Badung Semesta Berencana 2016-2021, ada lima tolak ukur RPJMD berkaitan dengan pertanian yaitu pertama sandang, pangan dan papan, kedua kesehatan, pendidikan, ketiga jaminan sosial dan tenaga kerja, keempat pariwisata, infrastuktur dan keuangan serta kelima agama, adat seni dan budaya. Dengan event ini harus ada tindak lanjut, untuk itu pihaknya akan mengundang pelaku industri dan hotel di Badung.

“Dengan program FBP,  kami berharap petani Badung betul-betul bangga menjadi petani, Badung punya petani maju dan betul-betul dijadikan anak angkat dari hotel di Badung Selatan,” tegasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.