Pasar
Sejumlah kios yang berada di Lantai II Pasar Semarapura kondisinya sudah rusak parah. (BP/nan)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kondisi Pasar Semarapura tepatnya di Lantai II pasar cukup memprihatinkan. Sebab, dari Serbian banyak kios yang ada, hanya beberapa kios yang bisa ditempati oleh para pedagang. Semantara sisanya mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi itu membuat, sejumlah kios tersebut bertahun-tahun terbengkalai tak ditempati oleh pedangan untuk berjualan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kios yang berjejar di Blok C dan D hampir sebagian besar mengalami kerusakan. Sementara kios yang berada di blok A dan B hanya beberapa yang kondisinya masih bagus. Untuk kios blok C dan D sejumlah dinding penutup kios hilang karena sudah rusak. Bahkan, ada sejumlah dinding kios sudah mengkarat bahkan ada yang hancur dan hilang entah kemana.

Tak hanya itu, hampir seluruh plafon kios jebol dan lantai dari bahan keramik berwarna putih kotor dan hancur karena tidak terawat. Sejumlah genteng bangunan di bebeapa titik jug pecah. Ketika hujan turun air masuk ke dalam pasar. sementara untuk di lantai I pasar semuanya ditempati oleh pedagang.

Seorang pedagang di lantai II Pasar Semarapura, I Nyoman Ranih, Jumat (30/6) mengatakan, kondisi kios di lantai II memang sebagian besar sudah rusak. Terutama kios yang berada di blok C dan D hampir sebagian besar kondisinya sudah rusak berat. Bahkan, kata di ada beberapa penutup kiosyang terbuat dari aluminium sudah hancur lantaran  tak pernah dirawat.

“Kios yang ada di lantai II ini memang banyak yang rusak. Kerusakan ini sudah terjadi sejak lama. Bahkan ada beberapa kios yang ada kondisinya sudah hancur yang sama sekali tidak bisa dipakai berjualan. Khusus kios di blok C dan D banyak yang tidak digunakan untuk berjulan karena rusak. Sementara kios di blok A dan B masih ada berapa yang digunakan berjualan,” katanya.

Pedagang emas asli Klungkung itu menambahkan, selain bagian dinding kios yang terbuat dari aluminium, plapon dan lantai kios yang sudah hancur, bagian atap bangunan atau genteng juga sudah bocor. Akibatnya, ketika hujan turun, maka air hujan akan masuk ke dalam pasar. ”Kalau hujan lantai disini akan tergenang air. Kerena air hujan pasti akanmasuk, akibatgenteng yang bocor. Saya sebagai pedagang yang mengontrak kios ini hanya bisa berharap supaya pemerintah bisa memperbaiki pasar ini agar lebih baik lagi,” ungkapya.

Baca juga:  Proyek Pasar Semarapura Dikhawatirkan Tak Tuntas Tepat Waktu

Selain menyayangkan kondisi kios yang rusak berat, dirinya juga sedikit menyayangkan terkait penarikan retribusi kepada para pedangan. Meskipun kios tutup tidak berjualan, petugas pasar tetap menarik retribusi kepada pedagang yang tak berjualan. “Disini berjualan tidak berjualan saya tetap bayar retribusi sebesar Rp 2000 ribu setiap harinya. Jadi kalau misalkan tidak berjualan selama 10 hari karena ada kegiatan, saya tetap bayar. Tapi saya selaku pedangan hanya bisa mengikuti apa yang sudah diatur pemerintah. Karena saya tidakingin melawan kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya di lantai II asal, Banjar Cucukan, Desa Selat, Klungkung, Ida Bagus Putu Arsa. Dirinya menjelaskan, jika kerusakan kios-kios yang ada di lantai II ini sudah sejak lima tahunan. Semenjak rusaknya kios-kios ini, belum pernah ada perbaikan dari pihak pemerintah. “Kondisi pasar di lantai II ini juga lumayan kumuh. Karena sampah dan kotoran lainnya berserakan di disini. Sehingga mengundang bau  yang tidak sedap,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, meski kondisi kios dilantai II hampir sebagian kondisinya sudah rusak berat, akan tetapi belum ada tanda-tanda untuk perbaikan yang akan dilakukan oleh pihak pemerintah. Maka dari itu, pihaknya berharap pemerintah daerah bisa segera memperbaiki bagian-bagian pasar yang rusak. Sbab tidak hanya kios, lantai, plafon pasar saja yang hancur, atap bagunan juga banyak yang bocor.

“Saya sebagai pedagang hanya bisa berharap pemerintah bisa segera memperbaiki pasar ini. Sehingga kedepannya pasar disini benar-benar bisa digunakan para pedagang untuk berjualan. Kalau sekarang ini hanya beberapa pedagang saja yang berjualan di lantai II ini,” pungkas Putu Arsa. (Eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.