DENPASAR, BALIPOST.com – Pengacara senior sekaligus dewan penasehat Peradi Denpasar, Haposan Sihombing, S.H., M.H., Rabu (28/6) kemarin meninggal dunia. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Medan.

Kabar meninggalnya salah satu pengacara Schapelle Leigh Corby ini mengejutkan banyak koleganya sesama pengacara di Bali dan bahkan di seluruh Indonesia. Kabar duka itu menghiasi wall FB Haposan Sihombing, yang memang aktif di media sosial FB.

Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya pengacara yang meroket sejak kasus Engeline tersebut. Namun almarhum yang berusia 48 tahun itu sempat mengeluh punya sakit asam urat dan kolesterol tinggi.

Sepekan sebelum libur Lebaran dan mudik ke kampungnya di Medan, Haposan masih terlihat baik dan sehat. Dia bahkan masih sempat ke PN Denpasar, untuk urusan masalah hukum.

Namun saat itu sakit asam uratnya sempat kambuh. Bahkan lawyer yang sering menangani orang asing ini, juga sempat jalan kesakitan, dan memegang kakinya. “Biasa, asam urat kambuh, nanti juga hilang,” katanya kala itu.

Belum ada pihak keluarga yang memberikan penjelasan secara resmi tentang meninggalnya pengacara senior itu. Salah satu kerabatnya, Erick Sihombing yang tinggal di Bali hanya membenarkan jika Haposan telah meninggal. “Belum dapat informasi yang jelas. Katanya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak tertolong,” saat ditanya wartawan.

Baca juga:  Mayat Mengambang Ditemukan Nelayan

Kepergian Haposan secara mendadak sangat dirasakan terutama para rekannya sesama advokat. Ucapan duka cita tak henti-hentinya mengalir di medsos.

Tak hanya itu, akademisi, dan juga koleganya di kejaksaan dan hakim banyak yang kaget tidak menyangka bahwa Haposan Sihombing meninggal saat pulang kampung. Salah satunya disampaikan koleganya Erwin Siregar. “Saya merasa sangat terkejut karena ada begitu banyak kenangan yang saya miliki dengannya saat bekerja sebagai pengacara. Salah satu kenangan bersamanya adalah ketika saya mengundangnya untuk bekerja sama membela Corby. Saat itu dia masih junior, dan sekarang karirnya bagus. Sayangnya, saat karirnya sangat bagus, dia sudah meninggal,” tandas Erwin.

Dia sempat tak percaya mendengar kabar duka tersebut. Pasalnya sebelum diketahui mudik ke Medan, Haposan terlihat sehat. “Saya akan segera kembali ke Indonesia, agar saya bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya,” sambung Erwin. (Miasa/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.