Arus
Pengendara roda dua antre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (28/6). (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Arus balik pemudik dari Jawa ke Bali mulai padat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (28/6). Menjelang sore, arus kendaraan roda dua dan roda empat terus mengalir di pelabuhan penghubung Jawa – Bali ini. Berbeda dengan sehari sebelumnya yang realtif sepi.

Pantauan di lokasi, kendaraan roda dua mulai bergerombol masuk ke pelabuhan setelah tengah hari. Dari plat nomor yang digunakan, mayoritas nopol DK, artinya dari Bali. Meski mulai padat, seluruhnya bisa tertampung di pelabuhan. Sebuah tenda raksasa sudah disiapkan untuk berteduh para pengendara roda dua. Mereka rata-rata hanya menunggu sekitar 20 menit untuk bisa masuk kapal. Kebanyakan, mengaku sengaja balik lebih awal untuk menghindari antrean. “Takutnya, kalau tidak pulang lebih awal, antre lama. Jadi, kami balik duluan,” kata Sunardi, salah satu pengendara motor asal Jember.

Pria ini mengaku bekerja sebagai karyawan di sebuah gudang. Meski masih suasana Lebaran, dia bersama anak dan istrinya memilih balik lebih awal ke Bali.

Baca juga:  Penyeberangan Buka Tutup, Kendaraan Menumpuk di Ketapang

Tak hanya roda dua, kendaraan roda empat juga mulai padat di Ketapang. Berbeda dengan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat justru berplat nomor beragam. Ada DK, ada juga plat nomor kota-kota besar di Jawa. Khusus plat nomor DK, mereka adalah pemudik yang kembali lebih awal ke Bali. Sedangkan, sisanya, wisatawan domestik yang akan berlibur ke Bali. “Libur bersama Lebaran kan masih lama. Jadi, kita manfaatkan liburan ke Bali,” kata Anton, pengendara roda empat asal Surabaya.

Pihak ASDP Ketapang memprediksi, puncak arus balik dari Jawa ke Bali akan terjadi, Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7). Data dari pos angkutan Lebaran Pelabuhan Ketapang hingga Rabu (28/6) pagi, jumlah kapal yang dikerahkan sebanyak 30 unit. Penumpang yang menyeberang ke Bali mencapai 38.749 orang, roda dua 4.334 unit dan roda empat 4.849 unit. Jumlah ini cenderung turun dibandingkan tahun lalu di hari yang sama. (budi wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.