Ketut Adi Sinarya saat berada di Polsek Densel, Selasa (27/6). (BP/eka)
DENPASAR, BALIPOST.com – Tak hanya penghuni kos yang diserang Ketut Adi Sinarya dengan membabi buta. Ayahnya, Ketut Sukadana (64) sempat dibanting gara-gara melerai.

Kejadiannya di Jalan Pulau Saelus II Gang Mawar II, Sesetan, Denpasar Selatan (Densel), Senin (26/6). Dari keterangan Sukadana saat diperiksa di Polsek Densel, Senin sekitar pukul 12.00 Wita, anaknya itu keluar rumah dan baru kembali sekitar pukul 19.30 Wita dalam keadaan mabuk.

Pelaku langsung berkelahi dengan warga di TKP dan ia berusaha melerainya. Namun pelaku malah sempat membanting dirinya. “Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi,” kata Pejabat Sementara (PS) Kapolsek Densel AKP Wayan Parwata, Selasa (27/6).

Baca juga:  Mantan Karyawan Hotel Ngamuk, Satu Tewas
Sementara pengakuan Imamah (31), saat ia sedang masak, tiba-tiba datang pelaku mendobrak pintu depan. Imamah langsung menghampiri pelaku untuk menanyakan maksudnya dan pelaku malah mencaci makinya sambil melempar helm.

Ia langsung teriak minta tolong dan warga berdatangan. “Keterangan saksi (Imamah, red) semua orang yang mendekati pelaku langsung mau dipukul,” ujar mantan Kapolsek Denpasar Timur ini.

Sedangkan menurut Ahmad Fausi, pukul 19.30 Wita, ia sedang tidur-tiduran di rumah temannya, Beni. Ia mendengar suara ribut di TKP dan saat dilihat ke sana, Herman sedang dipukuli oleh pelaku.

Fausi langsung menolong Herman, tapi malah dicekik oleh pelaku. Pelaku juga memukuli setelah itu pelaku kembali memukul Waidah, Emli dan Ahmad.

Pelaku sempat pulang ke rumahnya dekat TKP, beberapa saat kemudian balik lagi langsung menyerang dan menusuk Abdul Halim (40) pada bagian pingang sebelah kiri. Saat itu korban berdiri di samping rumah pelaku. “Setelah ditusuk, korban lari sambil teriak minta tolong dan oleh warga dibawa ke RSUP Sanglah,” kata Parwata.

Abdul Halim menghembuskan nafas terakhir di RSUP Sanglah pada Selasa (27/6) pukul 06.00 Wita. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.