Evakuasi dilakukan terhadap warga yang terjebak banjir. (BP/ist)
TABANAN, BALIPOST.com – Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sejak Senin (26/6) menyebabkan air sungai meluap. Akibatnya, di desa Bajera Utara, Selemadeg tepatnya di sungai Yeh Otan, banjar Manunggul, tiga orang warganya terjebak arus deras ketika hendak mencari sarana upakara potong gigi massal. Beruntung petugas segera melakukan penyelamatan, hingga akhirnya ketiga berhasil diselamatkan.

Dari informasi yang dihimpun, ketiga orang warga tersebut yakni I Wayan Suadnyana (45), petani asal banjar Taman Yoga, Bajera Utara Selemadeg Tabanan, I Made Artawan (27), asal banjar Manunggul Bajera utara Selemadeg Tabanan, dan I Nyoman Agung Ariadi (16), alamat Banjar Manunggul, Bajera Utara, Selemadeg, Tabanan dan satu warga selamat I Made Arya Wibawa sekitar pukul 15.00 wita berangkat ke sungai Yeh Otan dengan maksud mencari ikan jenis kepiting, udang untuk keperluan sarana upakara potong gigi massal yang akan dilaksanakan pada 28 Juni 2017.

Tiba di sungai yeh otan, keempat warga mulai mencari ikan dengan cara setrum, namun selang sejam kemudian tiba-tiba tanpa diduga datang air bah yang sangat deras hingga hampir membuat ke 4 warga tersebut hanyut. Beruntung satu warga (saksi) I Made Arya Wibawa berhasil menuju tepian sungai dan menyelematkan diri. Sedangkan ketiga korban menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas pulau sungai (gundukan tanah di tengah sungai) berharap arus mengecil, namun ternyata air semakin membesar hingga hampir menenggelamkan pulau sungai tersebut.

Baca juga:  Pura Dalem Purnajati Cilincing Gelar Baksos

Tak patah semangat, ketiga korban memutuskan naik ke pohon bunut untuk menyelamatkan diri dari arus sungai yeh otan. Melihat kondisi rekannya dalam bahaya, korban selamat I Made Arya Wibawa menginformasikan kepada warga lain, selanjutnya informasi ini didengar oleh babin dan melaporkan ke polsek Selemadeg.

Usai mendapat laporan tersebut sejumlah warga dibantu oleh tim sar Polda Bali dan Polres Tabanan, petugas BPBD dan pihak kepolisian dari Polsek Selemadeg lanjut melakukan proses evakuasi. “Proses evakuasi memerlukan waktu hampir satu jam dengan menggunakan tali, dan dua diantaranya langsung dilarikan ke puskesmas terdekat karena kedinginan, sementara satu korban menolak dibawa ke puskesmas,” beber salah seorang tokoh masyarakat Bajera.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukanada. Dikatakannya, korban terjebak banjir karena tiba-tiba air sungai meluap. “Agar tidak hanyut mereka pun naik ke atas pohon bunut yang berada di tengah sungai Yeh Otan yang berarus sangat deras akibat hujan lebat, “pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.