Penglipuran
Wisatawan mengunjungi Desa Pengliburan, Bangli. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Libur Hari Raya Lebaran dimanfaatkan wisatawan domestik (wisdom) untuk berlibur ke sejumlah objek wisata yang ada di Bangli, seperti objek wisata Desa Penglipuran, Bangli dan objek Wisata Penelokan, Kintamani, Senin (26/6). Dua objek wisata itu, masih menjadi lokasi favorit untuk mereka kunjungi.

Berdasarkan patauan, pengunjung yang datang berlibur di dominasi wisatawan domestik (wisdom). Namun, sejumlah pengunjung mancanegara juga terlihat berkunjung ke objek desa wisata penghasil loloh cemcem tersebut. Mereka berlibur bersama keluarga, kerabat serta pasangan hidup mereka.

Sejumlah pengunjung mengabadikan momen liburan dengan melakukan foto-foto maupun ber-selfy. Sementara kunjungan wisatawan ke objek wisata Penelokan juga sedikit meningkat dari hari-hari sebelumnya, hanya tidak terlalu signifikan. Mereka juga mengabadikan keindahan gunung Batur melalui ponsel yang mereka bawa.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng mengungkapkan, libur lebaran tahun ini pengunjung yang datang untuk berlibur memang cukup banyak. Kata dia, para pengunjung yang datang lebih banyak didominasi wisatawan domestik. Selain wisdom, wisatawan mancanegarajuga lumayan yang datang untuk berlibur.

Baca juga:  Bali Dijual Murah di Tiongkok

“Kunjungan sudah ramai sejak kemarin (Minggu red). Namun hari ini kunjungan lebih banyak dari sebelumnya. Peningkatan kunjungan100 persen dari hari-hari biasa. Mengingat sekarang puncaknya. Kalau besok (hari ini red) kemungkinan akan menurun. Semoga wisatawan yang masih berlibur di Bali, supaya bisa menjadikan objek wisata Desa Pengliburan sebagai lokasi untuk menghabiskan liburan mereka,” ujar I Nengah Moneng.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Surabaya, Jawa Timur, Agus Sugianto mengatakan, dirinya bersama istrinya dan anaknya baru pertamakali datang ke Desa Wisata Penglipuran ini. Dia mengaku, kalau dirinya sangat penasaran dengan desa wisata ini setelah melihat media sosial (medsos).

“Desa wisata ini sangat bangus. Karena objek wisata yang ditawarkan masih tradisional. termasuk kebersihan lingkungannya juga terjaga. tidak ada satupun sampah yang berserakan disini. Jika nanti ada kesempatan lagi, saya akan kembali datang ke sini untuk berlibur,” ungkap Sugianto. (eka prananda/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.