kapal
Salah satu dermaga kayu yang berada di Gilimanuk. DPRD Jembrana mendorong adanya kapal cepat wisata menghubungkan Gilimanuk-Banyuwangi untuk menunjang wisata di Jembrana. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – DPRD Jembrana mendorong adanya kapal cepat untuk penyeberangan di Selat Bali. Namun kapal ini khusus untuk keperluan pariwisata penghubung Banyuwangi-Jembrana melalui dermaga tradisional.

Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa ditemui disela-sela pembahasan rencana anggaran perubahan akhir pekan lalu mengatakan transportasi cepat laut itu diperlukan untuk menunjang pariwisata di Jembrana. Apalagi saat ini Pemkab Jembrana dengan Pemkab Banyuwangi sudah ada kesepakatan kerjasama salah satunya terkait pariwisata ini.

Hal tersebut didapati DPRD Jembrana saat melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi belum lama ini. “Salah satunya terkait kapal cepat ini, Dinas Pariwisata kita dorong untuk segera mewujudkan ini untuk menunjang pariwisata di Gilimanuk,” ujar kader PDI Perjuangan ini asal Dauhwaru ini.

Saat ini, sudah ada dermaga kayu di Karangsewu, Gilimanuk yang nantinya menjadi titik poin para wisatawan masuk. Dermaga ini akan terhubung dengan dermaga serupa (tradisional) yang ada di beberapa titik di Banyuwangi, salah satunya di Watu Dodol. “Untuk pengelolaan kita serahkan ke pihak ketiga (swasta). Kita anggarkan untuk perbaikan dermaga dulu,” tandasnya.

Sugiasa didampingi Wakil Ketua DPRD I Wayan Wardana dan Kade Darma Susila mengatakan dengan adanya paket wisata ini dapat menunjang perekonomian masyarakat sekitar, salah satunya Gilimanuk.

Baca juga:  Setengah Hati, Pelimpahan Sebagian Wewenang Kabupaten ke Kecamatan  

Banyak jasa yang bisa ditawarkan dari datangnya wisatawan menggunakan kapal cepat ini. Wisatawan baik lokal maupun mancanegara banyak pilihan. Tidak harus melalui pelabuhan besar Ketapang-Gilimanuk seperti saat ini. Jadwal penyeberangan juga tidak terganggu dengan antrean misalnya dan waktu tempuh lebih cepat. Dewan mendorong agar kesepakatan ini disikapi eksekutif sehingga bisa segera terealisasi.

Sementara itu, pihak ASDP Ketapang Gilimanuk selaku pengelola penyeberangan Selat Bali juga memiliki keinginan yang sama tetapi untuk kapal besar (muat kendaraan). “Ke depan  ada Kapal Premium, pelayanannya tentu berbeda dan harganya juga berbeda. Tetapi masih kita kaji itu,” ujar General Manajer ASDP Cabang Ketapang Gilimanuk, Elvi Yosa belum lama ini.

Kapal Premium ini menurutnya lebih eksklusif dan waktu terjadwal. Pihaknya menyadari penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga bertalian langsung dengan transportasi pariwisata. “Kalau kapal sekarang ini semua sama, bayarnya sama. Ke depan, ada jalur premium ini dengan pelayanan eksklusif,” tandas pria asal Sumatera ini. (surya dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.