Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan anjing liar yang berkeliaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Landih, Desa Landih, Bangli membuat petugas yang bekerja di tempat tersebut was-was. Kekhawatiran muncul karena sebelumnya sempat ada kasus gigitan anjing yang menimpa salah satu petugas di TPA tersebut.

Guna mencegah hal itu kembali terjadi, petugas TPA meminta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) agar bisa rutin melakukan vaksinasi maupun eliminasi terhadap anjing yang tak bertuan tersebut. Operator alat berat di TPA Landih, Desa Landih, Bangli Made Dana, Jumat (23/6) mengatakan, anjing liar yang mengais sisa-sisa makan di TPA Landih jumlahnya cukup banyak.

Kata dia, banyaknya anjing yang tak bertuan itu, membuat dirinya beserta pekerja lainnya cukup dibuat was-was. Sebab, belakangan ini banyak kasus gigitan anjing rabies yang menimpa warga. “Anjing liar disini jumlahnya sekitar 25 ekor. Anjing ramai mengais sisa-sisa makanan. Setelah mendapatkan makan, anjing-anjing itu akan pergi dan kembali datang sore hari,” ungkap Made Dana.

Baca juga:  Klungkung Dikepung Daerah Zona Merah Rabies

Dana mengatakan, sebelumnya sempat ada kasus gigitan anjing yang menimpa rekan kerjanya di TPA ini. Setelah digigit anjing liar, korban lagsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan VAR.

Untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali, pihaknya meminta agar petugas terkait intens melakukan vaksinasi maupun eliminasi terhadap anjing-anjing tak bertuan itu. “Selama setahun bekerja disini saya tidak pernah melihat petugas terkait melakukan veskinasi atau eliminasi di TPA ini. Mungkin saja ketika saya libur vaksinasi atau elimasi dilakukan. Kita harap dinas terkait bisa secara rutin melakukan pengecekan serta melakukan vaksinasi maupun eliminasi anjing liar, sehingga nantinya tidak ada lagi warga yang menjadi korban gigitan anjing liar ini,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.