Seorang pedagang menyortir bawang merah. (BP/ant)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Karangasem mulai dilirik menjadi kawasan pengembangan bawang merah. Tempat yang dipilih adalah Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen.

Pengembangan dilakukan di Kelompok Subak Uma Aya, dengan mengembangkan bawang merah di atas lahan seluas areal tanam 40 hektare. Kabid Produksi Dinas Pertanian Provinsi Bali I Wayan Sunarta, Jumat (23/6), mengatakan jumlah bantuan yang dialokasikan pada kegiatan pengembangan bawang merah ini, mencapai Rp 1,6 miliar.

Anggarannya bersumber dari Dana TP (Tugas Perbantuan) dari Pemerintah Pusat. Ia menekankan, bila pengembangan ini berjalan lancar, produksinya nanti jangan semua dijual. Sebagian hasilnya nanti harus disimpan untuk dijadikan bibit.

Sebab, dari 40 ton bibit ini diperkirakan akan menghasilkan panen 400 ton bawang, dengan nilai sekitar Rp 6 miliar, naik signifikan dari total nilai bibit. “Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan. Ini cocok dikembangkan di Talibeng,” kata Sunarta.

Selain bantuan ini, Karangasem juga memperoleh bantuan sarana-prasarana panen dan prapanen, serta bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektare dengan total benih padi mencapai 25 ton dan jagung 700 hektare dengan total biaya mencapai Rp 270 juta.

Baca juga:  Terancam Punah, Petani Garam Tanpa Regenerasi

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, usai melaksanakan tanam simbolis bawang merah, mengatakan agar proses pengambangan bawang ini dilakukan dengan serius dan dikawal oleh OPD terbaik. Jadi, pemerintah daerah harus memantaunya sejak ditanam, perawatan hingga panen.

Bupati juga berharap agar kalender penanaman dibuatkan jadwal, sehingga petani melaksanakan agenda besar pemerintah pusat ini dengan baik untuk memaksimalkan bantuan ini. Tidak hanya peran serta pemerintah daerah, pihak desa juga diminta mengawal penuh program pengembangan bawang merah di Talibeng ini.

Bahkan, desa diminta mendukungnya melalui pemanfaatan ADD, untuk bersama-sama terlibat langsung dalam program pemerintah membangkitkan seluruh potensi yang ada di Kabupaten Karangasem, khususnya di Desa Talibeng. “Daerah ini sangat cocok untuk kegiatan ekowisata. Tidak hanya untuk ketahanan pangan, saya selalu harus berorientasi ke pengembangan pertanian ke arah pariwisata,” tegasnya.

Pengembangan bawang merah di Desa Talibeng ini, juga didukung penuh TNI dari Kodim 1623/Karangasem. Dandim Letkol Inf Fierman Sjafirial Agustus, mengatakan salah satu tugas TNI adalah menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga selalu mengawal program pertanian dan mendorong masyarakat mau menanam. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.