Peserta festival layang-layang sedang berupaya menerbangkan layangannya. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sekaa Teruna Setia Remaja Banjar Pitik tahun ini kembali menggelar Pitik Kite Festival. Memasuki tahun Ke-7 pelaksanaan festival ini terus mendapatkan dukungan dari Walikota I. B. rai Dharmawijaya Mantra.

“Lomba layangan merupakan bentuk sebuah kreatifitas dan membutuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Dan kegiatan seperti ini memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatakan kebudayaan itu sendiri,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut Walikota Rai Mantra mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan ST Setia Remaja Pedungan. Layangan merupakan akar budaya yang sudah ada sejak dahulu, dan diharapkan budaya ini bisa terus terjaga di tangan anak muda yang kreatif. D

Ketua Panitia Pitik Kite Festival ke-7, I Putu Adi Purnama Putra mengatakan kegiatan akan diselenggarakan pada 1 hingga 2 Juli bertempat di Carik Abasan Sari Banjar Pitik Pedungan. Targetnya peserta sebanyak 1.000 sekaa layang-layang se-Bali, dengan kategori lomba anak-anak dan dewasa.

Baca juga:  Rai Mantra Cuti, Jaya Negara Pelaksana Tugas Wali Kota

Sedangkan jenis layangan yang dilombakan meliputi, lomba layangan bebean kategori anak-anak, dewasa dan big size, lomba layang-layang janggan dan janggan buntut, pecukan dan kreasi. Selain itu, digelar juga lomba fotografi. “Kami berharap dari kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang kreatif dalam menciptakan karya layangan serta yang terpenting dapat melestarikan seni dan budaya yang kita miliki,” kata Adi Purnama.

Sementara Lurah Pedungan, A.A. Gede Oka sangat mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh generasi muda. Terlebih dari kegiatan ini juga bisa dipadukan nantinya dengan inovasi ekowisata pedungan hijau. “Ini korelasinya sangat bagus sekali karena akan memadukan unsur seni dan budaya melalui lomba layang-layang serta memadukan pelestarian dari subak Kerdung. Dari 749 hektar ada 210 hektar lahan pertanian hijau, dan dari sinilah kita bisa terus mempertahankan lahan hijau tersebut, untuk memperlambat alih fungsi lahan,” kata Gung Oka. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.