Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. (BP/dok)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan upacara adat di Bali tidak terlepas dari uang kepeng. Namun seiring berjalannya waktu, perajin uang kepeng semakin sedikit.

Untuk tetap menjaga eksistensi uang kepeng ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun mendorong perajin logam agar dapat berinovasi dalam menciptakan produk kerajinan. Tujuannya agar pasar tidak bosan dengan produk yang dihasilkan. Perajin juga harus tetap menjaga kualitas sehingga dapat meningkatkan nilai dari sebuah produk.

Sebanyak 20 perajin dilatih untuk mendalami kerajinan dari logam. Peserta diharapkan tidak monoton membuat kerajinan, namun juga mampu membuat alat mekanikal logam lainnya.

Dalam materinya Bupati Suwirta mendorong peserta pelatihan untuk membangun sebuah kelompok usaha dan tidak berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya. Menurutnya, dengan pembentukan kelompok, akan semakin mudah menjalankan sebuah usaha. Selain itu pemerintah juga akan dimudahkan dalam melakukan koordinasi maupun dalam pemberian bantuan alat usaha.

Baca juga:  Lomba Kancah Nasional, Belasan Siswa Klungkung Wakili Bali

Bupati Suwirta juga meminta Kepada pemilik usaha uang kepeng supaya kerajinan uang kepeng ini dapat ditularkan ke masyarakat lainnya sehingga keberadaanya tetap eksis. “Setelah memberikan ilmu, jangan dilepas begitu saja, namun tetap dirangkul, dilakukan pengawasan dan pembinaan lanjutan sebagai upaya penguatan keterampilan. Dengan harapan mereka siap menjadi kelompok usaha yang mampu bersaing,” tuturnya.

Terkait akan segera diresmikannya paket Desa Wisata Kamasan, Bupati Suwirta berharap kepada seluruh perajin, UMKM dan seniman di desa itu untuk menguatkan tekad mendukung program wisata ini. Desa Kamasan selama ini sudah dikenal dunia lewat berbagai kerajinan logam dan lukisan wayangnya. “Mudah-mudahan para perajin, UMKM dan seniman akan dapat menopang paket Desa Wisata Kamasan ini,” ujar Bupati Suwirta dengan optimis. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.