gedung
Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangli yang lokasinya di Terminal Loka Crana. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangli yang lokasi berada di Terminal Loka Crana, tepatnya disebelah barat Pasar Kidul dinilai masih jauh dari kata refresentatif. Lokasi perpusatakaan itu juga dinilai kurang trategis. Melihat kondisi itu, dinas meminta supaya pemkab bisa menyediakan gedung yang lebih layak dan refresentarif.

Hal itu diungkapkan Pejabat Sementara (Pjs) Dinas Perpustakaan Bangli I Nyoman Sumantra, Selasa (20/6). Sumantra mengatakan, gedung perpustakaan yang sekarang ini kondisinya memang kurang refresentatif. Kata dia, selain gedungnya kecil, dan ruangannya juga sedikit, sejumlah atap bangunan juga ada yang  bocor. Kondisi seperti itu, jelas sangat mengganggu pegawai dalam melaksanakan tugas, termasuk untuk memancing masyarakat agar mau datang berkunjung kesana juga sulit karena lokasinya di dalam dan tak terlihat dari jalan raya. “Tempatnya memang jauh dari refresentatif. Bahkan sejumlah atapnya bocor.  Jika ada hujan turun pasti air akan masuk kedalam,” ungkapnya.

Sumantra mengatakan, selama ini pemkab belum bisa melakukan pemeliharaan terhadap gedung tersebut. Sebab, bangunan tersebut belum tercatatan menjadi milik aset daerah. Dengan kondisi itulah, pemkab belum bisa melakukan perbaikan maupun pemeliharaan terhadap gedung tersebut. “Karena asetnya belum jelas, pemda tidak berani menganggarkan biaya pemeliharaan memakai dana dari APBD,” tandasnya.

Baca juga:  Resmi! Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Dibuka

Dia menambahkan, untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal kedepannya  kepada masyarakat, pihaknya berharap supaya pemkab Bangli bisa menyediakan tempat yang lebih layak dan representatif. Termasuk lokasi yang disiapkan juga jauh lebih strategis. Sehingga masyarakat yang ingin berkunjung ke perpustakaan untuk membaca-baca buku lebih tergugah hatinya untuk berkunjung.

“Sebelumnya sempat rencananya dipindahkan ke eks RSU Bangli, namun belum bisa mengingat aset tersebut milik pemerintah provinsi. Jadi sampai saat ini belum bisa dilakukan. Alternatif lain berniat dipindah ke Sekolah Internasional di Kubu. Karena disana ada dua gedung yang kosong yang tidak dimanfaatkan. Hanya saja sampai saat ini belum kunjung terealisasi. semoga saja secepatnya bisa diberikan gedung yang lebih representatif,”harap Sumantra. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.