Urine
Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Nyoman Gatra ikut tes urine bersama direktur dan karyawan PT Bali Ocean Anugrah LI dan PT Bali Mina Mandiri. (BP/ken)
DENPASAR, BALIPOST.com – Upaya antisipasi penyelundupan narkoba lewat darat, udara dan laut gencar dilakukan aparat penegak hukum. Untuk pencegahan penyudupan narkoba lewat laut, BNNK Denpasar bersama Polsek Kawasan Laut Benoa terus melakukan pengawasan di Pelabuhan Benoa.

“Sejak dulu kami menduga ada upaya penyelundupan narkoba lewat laut, salah satunya melalui Pelabuhan Benoa. Kami akan awasi terus baik dengan cara melakukan penyelidikan dan tes urine pelaut, termasuk pemilik perusahaan ikan,” kata Kepala BNNK Denpasar AKBP I Wayan Gede Suwahyu, Kamis (22/6), usai melakukan tes urine terhadap puluhan karyawan PT Bali Ocean Anugrah LI dan PT Bali Mina Mandiri, termasuk direkturnya, Tahir Gusti.

Menurut Suwahyu, kegiatan tersebut terselenggara kerja sama BNNK Denpasar, Polsek Kawasan Laut Benoa dan perusahaan ikan tersebut. “Feeling saya pelabuhan laut itu rawan narkoba, baik pengguna, pengedar dan penyeludupan. Tapi setelah karyawan perusahaan ikan ini dites urine, jumlahnya 50 orang, ternyata bersih atau hasil tes urinenya negatif narkotika. Ditambah lagi mereka mendeklarasikan diri bersih narkoba,” ujarnya.

Suwahyu mengaku prihatin karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan bahaya narkoba. Paling dasyat  pengedar barang terlarang ini punya ilmu seperti jualan kecap misalnya narkoba dibilang obat kuat dan bisa menyembuhkan kencing manis. “Saya kira pelaut ada yang ingin coba-coba  biar kuat bedagang, tapi ternyata bersih. Ingat kali menggunakan narkoba, pemulihan tenaga sampai satu minggu dan itu pun sel-sel saraf mulai rusak,” ungkapnya.

Selain itu akan ketagihan dan lama-lama jadi impoten permanen. Selain itu rumah tangga akan tidak harmonis karena penggunanya sering melakukan kegaduhan. “Penganiaya istri, anak, jual barang berharga sampai melakukan kriminal,” kata Suwahyu.

Baca juga:  Anggota Kodim dan Persit 1617 Tes Urine

Yang perlu diwaspadai pergaulan anak-anak. Pasalnya dari data diperoleh BNNK Denpasar, remaja dan pelajar yang terlibat baik sebagai pengguna dan pengedar narkoba di Bali menduduki ranking 2. Sedangkan ranking pertama adalah kalangan direktur dan manager.

“Modusnya di awal dikasi gratis, setelah kecanduan tidak digubris oleh pengedar. Pengguna ini harus beli sendiri dan kondisinya semakin parah,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Nyoman Gatra menegaskan baru pertama kali perusahaan ikan bersedia dites urine di Pelabuhan Benoa. “Ini patut diapresiasi dan mesti dicontoh perusahaan ikan lainnya. Kegiatan ini termasuk program saya yaitu Police Go Companies. PT Bali Ocean Anugrah LI dan PT Bali Mina Mandiri yang pertama kali melakukan tes urine,” tegasnya.

Ia berharap warga Pelabuhan Benoa ikut berpatisipasi menjaga keamanan, termasuk mencegah peredaran narkoba. “Saya berkoordinasi dengan stakeholder lain untuk menjaga Pelabuhan Benoa dari peredaran apalagi penyelundupan narkoba. Narkoba harus kita perangi bersama-sama,” ungkap Gatra.

Sementara Tahir menegaskan pihaknya komit memerangi narkoba. Pasalnya ia mengaku prihatin dengan peredaran narkoba di Bali, apalagi sudah menyasar anak-anak. Menurutnya yang dites urine ABK, kapten kapal, staf kantor sampai mekanik.

Pada kesempatan itu karyawan PT Bali Ocean Anugrah LI dan PT Bali Mina Mandiri membacakan ikrar yaitu bersatu  melawan segala bentuk penyalahgunaan narkoba, meraih prestasi kerja tanpa narkoba, siap melaporkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba kepada pihak berwajib, mendukung penerapan sanksi disiplin bagi karyawan/ karyawati yang terbukti sebagai penyalah guna narkoba, serta siap menjadi duta bersih narkoba bagi keluarga dan masyarakat menuju Denpasar kota kreatif serta bersih dari penyalahgunaan narkoba.(kerta negara/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.