Polisi
Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan menunjukkan barang bukti narkoba.(BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Tersangka kasus narkoba baik yang ditangkap kepolisian dan BNNP Bali mengaku mendapat barang terlarang itu dari napi Lapas di Bali maupun di Jawa. Namun hingga saat ini, aparat penegak hukum sulit mengungkapnya karena minim alat bukti.

Seperti pernyataan Febrian Husi Darsyah (26), profesi instalasi listrik yang ditangkap di Jalan Gunung Talang, Denpasar Barat, Senin (12/6) lalu. Satu paket SS milik tersangka didapat dari napi LP Kerobokan berinisial WW. Terkait hal itu, Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Selasa (20/6), mengakui jika sebagian besar pelaku narkoba yang ditangkap mengaku jaringan napi lapas. Upaya penyelidikan ke dalam LP sudah dilakukan tapi belum berhasil.

“Kendalanya di pembuktian. Alat bukti tidak cukup untuk mengarah ke jaringan pelaku ke dalam lapas. Kadang-kadang napi yang dimaksud pelaku tidak ada dan nomor HP-nya tidak aktif. Jaringan seperti ini pasti ganti nomor HP terus,” ujarnya.

Terkait penangkapan Febrian beralamat di Jalan Buana Raya Gang Buana Turi, Denpasar Barat. Tersangka mengaku beli satu paket SS seberat 0,24 gram dari WW, napi di LP Kerobokan dan dibeli seharga Rp 800 ribu. Pembayarannya melalui transfer BCA dan tersangka  mengaku menggunakan narkoba sejak tiga tahun yang lalu.

Selain itu, Alex Saputra Wijaya (24), penari api ditangkap di Jalan Gunung Salak Selatan Gang Tegal Asri, Denpasar ini, Kamis (8/6) lalu. Tersangka ditangkap bersama pacarnya Vania Lelitasari (24). Alex menumpang di tempat kos Vania dengan barang bukti 7 paket SS seberat 3,44 gram. “Tersangka mengatakan  mendapat sabu-sabu itu  dari JM yang berada di LP Kerobokan. Dia beli sabu-sabu per gram Rp 1,7 juta dan biasanya pesan  5 gram,” kata Arta.

Baca juga:  Keluarga Serahkan Jenazah Penguburan Arifin ke Polisi

Tersangka mengaku terpaksa menjadi pengedar SS karena sepinya job sebagai penari api di kawasan Kuta. Sedangkan dari Vania disita dua paket SS seberat bersih 0,28 gram. Dia mengaku mendapat SS dari Alex.

Polisi juga menangkap Marselius Foni (33) di Jalan Pulau Ayu Selatan Gang I, Denpasar, Rabu (7/6) pukul 15.00 Wita. Dari tersangka disita 17 paket SS berat bersih 3,16 gram dan 24 butir ekstasi.  Marselius tidak mau mengatakan penjual barang haram itu. Satu gram SS dibeli seharga 1,2 juta dan ekstasi dibeli Rp 220.000 per butir. Selanjutnya satu paket kecil SS dijual kembali seharga 500 ribu dan  ekstasi dijual Rp 500.000 per butir. “Tersangka mengaku mengambil paket berisi sabu-sabu dan ekstasi di JNE sanur,” ungkapnya.

Selain itu juga dibekuk Dwi Putra Gunawarman (28), pekerjaan sopir penjual baju di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Rabu (14/6) pukul 16.00 Wita. Dia ditangkap di Jalan Abadi, Kampial, Kuta Selatan dengan barang bukti SS seberat 0,3 gram. “Kalau tersangka ini residivis. Dia pernah ditangkap dan divonis 4 tahun. Tersangka bebas tahun 2015,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini.(kerta negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.