Sopir tangki Pertamina menggelar mogok massal di Banyuwangi, Senin (19/6) pagi. (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Aktivitas pengiriman BBM dari Dipo Pertamina Banyuwangi, sedikit terganggu, Senin (19/6) pagi. Pemicunya, seluruh awak mobil tangki (AMT) mogok massal.

Aksi ini memprotes sistem kontrak yang dialami para sopir. Selama aksi, mereka mengandangkan seluruh armada truk tangki di areal parkir Dipo Pertamina.

Aksi diluapkan dengan menggelar panggung, persis di pinggir jalan depan Dipo Pertamina Tanjungwangi, di utara Pelabuhan Ketapang. Sejak pagi, para sopir berkumpul. Mereka berorasi bergantian.

Ada lima tuntutan yang disuarakan. Diantaranya, mendesak dipekerjakan kembali sopir yang dipecat sepihak. Lalu, mendesak semua sopir diangkat menjadi karyawan tetap. Rapelan uang lembur wajib dibayarkan.

Dan, jam kerja hanya 8 jam, selebihnya wajib dihitung lembur. Terakhir, mendesak seluruh sopir diangkat menjadi karyawan tetap. “Selama ini, kami hanya menjadi tenaga kontrak di pihak ketiga. Bukan dari anak perusahaan Pertamina. Gaji kami juga minim, hanya standar UMK,” kata Ketua AMT Dipo Pertamina Banyuwangi, Busairi SR disela-sela aksi.

Pria ini menambahkan, aksi mogok ini berlangsung secara nasional, serempak. Tuntutannya juga sama. Sebab, kata Busairi, nasib para sopir tangki cukup memprihatinkan.

Dengan resiko pekerjaan yang berat, kerja 24 jam, gaji yang diterima hanya UMK. “Jadi, tak ada uang lembur,” keluhnya.

Baca juga:  Ratusan Butir Pil Koplo Diamankan, Ngakunya Dipasok dari Bali

Parahnya lagi, karena berstatus kontrak, para sopir yang rata-rata bekerja di atas 5 tahun, rawan dipecat sepihak. Pesangon juga tak jelas.

Total para sopir tangki BBM di Banyuwangi sebanyak 150 orang. Mereka terdiri dari sopir dan kenek. Jumlah armadanya sekitar 50 unit, melayani seluruh SPBU di lima kabupaten. Masing-masing Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso hingga Lumajang. Aksi mogok kata Busairi akan digelar hingga 26 Juni mendatang. “Kita ikuti arahan DPP AMT. Jika kesepakatan dengan Pertamina masih belum jelas. Mogok bisa saja berlanjut,” tegasnya.

Aksi juga sengaja digelar mendekati Lebaran. Harapannya, pihak Pertamina dan anak perusahaannya mau mendengarkan aspirasi para sopir.

Meski berlangsung damai, aksi mogok ini mendapat pengamanan ketat aparat Kepolisian. Puluhan personel Polres Banyuwangi bersiaga di depan gerbang Dipo Pertamina.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak Pertamina Banyuwangi terkait aksi ini. Termasuk, imbas pengiriman BBM. Pantaun di lokasi, beberapa truk tanki BBM terlihat beraktivitas mengirimkan pasokan BBM. Para sopir terlihat berseragam khusus. (Budi Wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.