CPNS
Bukti kwitansi penipuan berkedok penerimaan CPNS. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS belakangan ini mencuat di Jembrana. Pelakunya diduga oknum anggota salah satu LSM di Jembrana.
Dari informasi Kamis (15/6), kasus penipuan yang berkedok penerimaan CPNS di Kabupaten Jembrana ini terjadi tahun 2012 dan 2013.

Modusnya, pelaku mengaku dekat dengan salah seorang pejabat di Jembrana yang bisa meloloskan peserta seleksi CPNS. Ada belasan warga Jembrana menjadi korban aksi penipuan oknum LSM ini. Dua korban diantarannya mengadu kepada Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kamis (15/6).
Para korban dimintai uang oleh pelaku dengan jumlah yang bervariasi antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta dengan bukti kwitansi. Pelaku disebutkan ada dua orang yakni mengaku bernama ST dan JK. Bahkan untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengaku sebagai ajudan Wakil Bupati Jembrana.

Para korbannya sebagian besar berasal dari Lingkungan Satria Kelurahan Pendem, Jembrana dan Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Namun sayang  setelah para korban menyerahkan sejumlah uang, mereka tidak lolos seleksi CPNS. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dikonfirmasi  membenarkan ada dua orang warga yang menemuinya dan mengaku telah menjadi korban penipuan berkedok penerimaan CPNS tahun 2012 dan tahun 2013.

Baca juga:  Ada Belasan Luka di Tubuh Jukir, Hasil Autopsi Dua Tusukan Tembus Jantung

Dua orang warga yang menemuinya itu menurut Kembang Hartawan mengaku berasal dari Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana. Mereka mengaku telah menyerahkan uang jutaan rupiah kepada JK yang mengaku sebagai ajudannya. Dua korban menemui Wabup Kembang lengkap dengan kwitansi. “Uang itu katanya untuk seleksi CPNS,” terang Kembang Hartawan, ” jelasnya.

Satu korban lagi menurut Kembang Hartawan mengaku berasal dari Desa Yehembang Kangin. Korban ini menurut Kembang telah menyerahkan uang jutaan rupiah kepada ST, lengkap dengan bukti kwitansi dengan dalih seleksi penerimaan CPNS.

Kembang menegaskan kepada para korban bahwa dia tidak punya ajudan yang namanya JK dan  tidak kenal dengan namanya JK. Wabup menyarankan agar para korban segera melaporkan masalah itu kepada pihak kepolisian karena jelas-jelas merupakan modus penipuan.

Pihaknya juga berharap kepada pihak Kepolisian agar mengusut kasus ini hingga tuntas mengingat para pelaku telah mencatut nama dirinya. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai jika ada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi CPNS dengan meminta sejumlah uang karena itu adalah modus penipuan.(kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.