jalur
Jalan menuju Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi yang rusak, belum lama ini. (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Bertahun-tahun rusak, jalur masuk ke Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai dipermak. Pintu masuk ke kawasan hutan lindung ini akan dipermulus, tahun ini. Khususnya, jalan menuju pintu masuk. Proyek ini akan mempermudah para pemedek dari Bali yang akan tangkil ke Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo.

Total anggaran yang disiapkan Pemkab Banyuwangi mencapai 800 juta. ” Kia akan pavingisasi jalur ke Alas Purwo, panjangnya sekitar 900 meter, lebar Rp 4,2  meter,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono, Kamis (15/6).

Proyek ini kata dia di mulai dari pintu gerbang Taman Nasional Alas Purwo di Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo. Pavingisasi ini, lanjutnya, disesuaikan dengan kondisi tanah setempat yang labil. Sehingga kurang cocok jika diaspal. Selain itu, paving juga lebih ramah lingkungan, cepat menyerap genangan air. Perawatannya lebih mudah. “Paving yang kami gunakan adalah K 300, jadi bisa dilewati kendaraan dengan tonase maksimal 8-10 ton,” jelasnya.

Baca juga:  Keppres Badan Otorita BTS Optimis Dongkrak Perekonomian Jatim

Kini, pengerjaan sudah mecaai 50 persen. Targetnya, Lebaran mendatang jalan ini bisa dilalui dengan mudah. Warga atau wisatawan yang akan ke Alas Purwo bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.

Selama ini, kondisi jalannya rusak parah. Taman Nasional Alas Purwo ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, tahun 2016 lalu. Tempat ini menawarkan wisata hutan alami. Ada juga wisata padang savana, tempat berkumpulnya banteng Jawa dan aneka satwa lain. Aneka satwa liar, mulai merak, kijang hingga banteng kerap ditemuai berkeliaran di pinggir jalan. Pantai di Alas Purwo juga tak kalah indah, berpasir putih. Selain itu, wisata alam di Banyuwangi selatan ini juga menyimpan banyak kisah religi. Salah satunya, Goa Istana menjadi tempat berkumpulnya para pengikut Kejawen. Ada juga Pura Luhur Giri Selaka yang disakralkan umat Hindu. Alas Purwo dipercaya sebagai tempat terakhir para prajurit Majapahit sebelum runtuh. Tak heran jika banyak tempat sakral di kawasan ini. (Budi wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.