GRESIK, BALIPOST.com – Puluhan santri di Gresik memilih ngabuburit dengan cara yang unik. Mereka melakukan pengajian di tengah laut.

Menurut Pengurus Pondok Pesantren Al Muniroh, Kurdi Muhammad, kegiatan ini sebagai bentuk ketakjuban terhadap ciptaan Tuhan dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Selain melakukan pengajian di laut, para santri juga membagikan nasi kotak kepada nelayan yang tidak sempat berbuka bersama dengan keluarganya di rumah.

Para santri dari Al Muniroh Ujungpangkah Gresik ini mengaji lengkap dengan baju koko, sarung, dan peci. Mereka naik perahu motor untuk sampai ke tengah laut serta mengaji sambil menunggu waktu berbuka.

Sepanjang perjalanan ke tengah laut, para santri ini memberbanyak Sholawat Nabi dan membaca kitab kuning bertemakan Ramadan dan Ukhuwah Islamiyah. Para santri ini juga tidak lupa menyempatkan selfie, sekaliggus menikmati deburan ombak dan keindahan sunset atau matahari tenggelam di ufuk barat.

Setelah dua jam mengaji di tengah laut, para santri kemudian membagikan nasi kotak. Menurut Kurdi, pihaknya sengaja memilih mengaji di laut untuk mengisi ngabuburit. Laut sendiri, lanjutnya, memiliki folosofi kehidupan dan kematian sehingga mengaji di lautan akan mendekatkan diri dengan sang pencipta.

Ihul, salah satu nelayan, mengaku senang mendapatkan nasi kotak dari para santri. Ihul mengaku baru pertama kali ini, santri ngabuburit di laut sambil bagi-bagi nasi kotak untuk nelayan.

Rencananya, ngabuburit mengaji dan berbuka bersama di tengah laut serta berbagi menu berbuka kepada nelayan akan digelar setiap tahun saat Ramadan. (kmb/surabayatv)

 

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.