Korban penganiyaan, Nyoman Arya Sukartana alias Genit, menjalani perawatan di RS Kertha Usada, Singaraja, Senin (12/6). (BP/ist)
SINGARAJA, BALIPOST.com- Tiga orang pria yang terdiri ayah dan dua anaknya diamankan Polres Buleleng. Mereka diduga menganiaya tetangganya hingga mengalami luka parah dan harus dilarikan ke RS Kertha Usada Singaraja untuk mendapat perawatan.

Informasi yang dihimpun di Polres Buleleng, Senin (12/6), tiga orang itu berinisial Gede P, serta anak kembarnya Nengah AW alias Tukik dan Komang AW alias Lembong. Mereka diduga menganiaya Nyoman Arya Sukartana alias Genit, Minggu (11/6) petang di Lingkungan Kayubuntil Barat.

Selain lebam pada mata, korban juga menderita sejumlah luka pada di punggung dan lengannya akibat tertebas sajam.

KBO Reskrim Polres Buleleng Iptu Abdul Aziz mengatakan kasus tersebut masih sedang didalami. Selain tiga orang itu, pihaknya juga meminta keterangan dari istri korban, Putu Dariani yang melihat kejadian itu. “Tiga orang yang diamankan masih satu keluarga. Mereka sedang kami periksa,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain tiga orang itu, polisi juga mengamankan pedang dengan panjang sekitar 60 Cm yang diduga kuat digunakan menebas korban oleh salah satu dari tiga orang itu hingga berlumuran darah. Terkait motif terjadinya kasus tersebut belum bisa dipastikan. “Untuk motifnya masih kami selidiki dengan dukungan data dari saksi-saksi,” kata Aziz.

Baca juga:  Diduga Mabuk Tabrak Ruko, Pengemudi Mobil Tewas

Sementara itu, informasi yang beredar menyatakan saat kejadian, Genit datang ke TKP dalam kondisi mabuk. Saat itu, ia menantang orang yang ada didekatnya, termasuk Komang AW. Lantaran dirundung emosi, AW pun meladeni tantangan itu, hingga keributan sampai mengggunakan sajam terjadi. Aksi ini pun diikuti Gede P dan Nengah AW.

Ditemui di RS Kertha Usada ditengah-tengah menjalani perawatan, Genit mengatakan keributan itu dipicu masalah pribadi yang telah terjadi selama bertahun-tahun. “Rumah saya sering disiram dengan air busuk. Kadang dikencingin. Pintu keluar juga sering diisi jemuran. Sering ribut dengan dia,” katanya.

Pria bertato ini juga menyebutkan Gede P kerap memancing emosi. Hal itu menjadi pemicu perkelahian.

Khusus untuk kasus penganiyaan ini, ia mengakui sebelumnya sempat menenggak miras. Namun ditegaskan kondisinya masih sadar. Ia pun mengingat yang mengeroyoknya adalah Gede P dan anak kembarnya. “Hanya saya tidak ingat anaknya yang mana pegang pedang. Mereka kembar. Wajahnya mirip,” ungkapnya.

Pada kejadian itu, Genit juga melihat anaknya, A (11) yang berusaha melerai dipukul salah satu terduga pelaku. Kakinya juga turut diinjak. “Anak saya mendorong salah satu yang kembar itu untuk melerai. Malah dipukul,” imbuhnya. (Sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.