Job Fair salah upaya mengurangi pengangguran. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Angka pencari kerja di Kabupaten Badung, cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat, jumlah pencari kerja mencapai 1.150 orang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Diga, mengatakan pihaknya akan berupaya memfasilitasi para pecari kerja tersebut, sehingga tidak berkontribusi pada peningkatan angka pengangguran di Gumi Keris. “Kami akan memfasilitasi para pencari kerja untuk mendapat pekerjaan dengan mengelar bursa kerja (job fair). Kegiatan ini akan dilaksanakan di Gor Purna Krida, Kerobokan, Rabu mendatang,” ungkap IB Oka Dirga, Minggu (11/6).

Menurutnya, dalam bursa kerja tahun 2017, pemerintah bekerjasama dengan 60 pengusaha dari berbagai bidang usaha, baik sektor pariwisata, perbankan hingga retail. “Kami bekerjasama dengan pengusaha untuk fasilitasi antara pengusaha dengan pencai kerja di Kabupaten Badung,” katanya.

Disebutkan, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Badung sebanyak 466,23 ribu jiwa. Sedangkan, dari jumlah ini sebanyak 339,97 ribu jiwa diantaranya merupakan angkatan kerja. “Tentunya ini (job fair -red) merupakan potensi yang luar biasa sekaligus tantangan yang tidak mudah agar jumlah pencari kerja di Badung bisa menurun,” ujarnya.

Baca juga:  Senderan Jebol Karena Air Pasang, Banjir Rob Semeter Rendam Rumah Warga

Dijelaskan, jumlah lowongan kerja yang tersedia dalam kegiatan itu lebih banyak, yakni sekitar 6.000 lapangan pekerjaan. Pihaknya berharap dengan kegiatan ini masyarakat Badung bisa diterima sesuai kopetensi mereka. “Setidaknya angka pengguran di Badung terus bisa ditekan,” tegasnya.

Dalam kegiatan job fair tahun ini, kata Oka Dirga akan dilakukan selama tiga hari yakni dari tanggal 13 hingga 15 Juni 2017. Dikatakan, mengarap sektor informal juga menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran. Bahkan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, telah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi, seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Program mengembangkan sektor informal di Badung mengandeng sejumlah lembaga pelatihan kerja. “Kami juga membuat pogram untuk penyandang disabilitas melalui program tenaga kerja mandiri (TKN), dengan harapan mereka tidak tergantung lagi dengan orang lain,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.