usaha
Pembuatan telor asin di Dusun Uma Salakan, Desa Takmung, Klungkung. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Usaha telur asin yang telah ada sejak 1996 silam di Dusun Uma Salakan, Desa Takmung, Klungkung ternyata masih sangat diminati oleh konsumen. Pengusaha telur asin pun kewalahan menerima pesanan dari berbagai wilayah di Bali. Saat ini harga telur asin perbutirnya dijual Rp 3.500, sedangkan telur itik mentah saat ini harganya sekitar Rp 1.700 perbutir.

Pengusaha telur asin, Intan sari milik Wayan Tantra ini sudah menjalani usaha telur asin di Uma Salakan sejak Tahun 1996 silam. Untuk mendapatkan telur dirinya memelihara sekitar 2.500 ekor itik di sebuah tempat di Uma Salakan. dari itik inilah setiap harinya rata-rata mendapatkan telur sampai 600 butir sehari atau lebih.

Sebelum terjun ke dunia usaha, dirinya adalah pegawai di salah satu BUMN, namun karena khawatir ditugaskan di luar Bali, maka dirinya memutuskan untuk berhenti. “Dan Akhirnya saya terjun ke dunia Itik dan telur,” jelas Wayan Tantra di tempat kerjanya, Kamis (8/6) kemarin.

600 butir hasil telur disortir lagi agar mendapatkan telur yang baik dipakai telur asin. “Nah setelah di sortir, barulah dicuci bersih, yang retak atau bentuknya terlalu lonjong kita jual ke pasar tradisional,” bebernya.

Pada pencucian tersebut, pekerja mesti hati-hati agar tidak pecah dan selanjutnya dibalur dengan pasta. sedangkan masa bertelur itik ini dari umur 4 bulan sampai umur ke 12 bulan. Bila telurnya sudah berkurang, maka itik ini dijual ke pasar.

Baca juga:  Krisis Listrik di Depan Mata, Pemanfaatan Harus Cerdas

Dijelaskannya pasta untuk untuk telur asin sangat sederhana yaitu hanya mencampurkan abu dari sekam dengan garam. Pasta ini kemudian dibalurkan pada telur dan selanjutnya direndam sekitar 15 hari. “Setelah perendaman selama 15 hari itu, selanjutnya pasta dibuang dan dilakukan perebusan selama 4 jam,” jelasnya lagi.

Selama perebusan tersebut, besar api mesti konstan agar telur tidak pecah saat perebusan. Setelah empat jam perebusan, telur didinginkan dan lagi dicuci sampai bersih. “Sederhana kan prosesnya, sesudah bersih selanjutnya urusan cap dan kemasan,” terangnya.

Proses pengemasan menurutnya tidak begitu rumit, dimana setelah telur benar-benar bersih selanjutnya dicap dan masuk dalam kemasan. dalam kemasan tersebut juga dicantumkan masa expired 10 hari dari saat mengemas. Disebutkannya, telur asin produksinya sudah terjual di swalayan seperti Hardys, Tiara dan Clandys. Bahkan dirinya saat ini kewalahan menerima pesanan baik dari toko-toko lokal dan pasar tradisional. Harga telur asin yang dijual perbutirnya Rp 3.500, sedangkan telur itik mentah saat ini harganya sekitar Rp 1.700 perbutir.

Dikatakannya, resep penjualan produksinya diminati konsumen adalah selalu menjaga kualitas, menjaga kuantitas, kontinuitas dan saling menguntungkan. “Biasanya pengusaha telur asin tidak bisa menjaga kontinuitas berkelanjutan, kami bisa lakukan karena memelihara itik sendiri,” bebernya. usahanya ini juga memperkerjakan 5 pegawai yang bekerja sebagai pengelola ternak, sortir telur sampai ke proses pengemasan dan pengiriman. (Dewa farendra/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.