jamban
TNI dan Relawan KRJ bersinergi membangun jamban/kamar mandi di rumah kakek lumpuh, Ketut Narka/Macong di Pebuahan, Banyubiru, Negara. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Koramil Negara/TNI bersama dengan relawan KRJ ( Komunitas Relawan Jembrana) sejak sepekan belakangan ini bersinergi membangun jamban/kamar mandi untuk kakek lumpuh karena stroke Ketut Narka (65) alias Kakek Macong dari Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Pengerjaan kamar mandi ini dilakukan oleh Putu Ariantika anak Kakek Macong di sela-sela pekerjaannya dan dibantu dengan kerja bakti oleh anggota TNI. Sementara bahan material merupakan bantuan para donatur melalui relawan kemanusiaan KRJ.
Pengerjaan jamban/kamar mandi sudah mencapai 75 persen.

Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav Hendra Ferdinandus, Rabu (7/6) mengatakan pihaknya memotivasi agar warga masyarakat memperhatikan sanitasi lingkungan dengan membangun jamban. Pihaknya memprioritaskan membantu warga tidak mampu. “Kami bersinergi dengan relawan dalam membantu warga tidak mampu,” jelasnya.

Kondisi Ketut Narka/Macong memang patut diberikan bantuan. Suami dari Ketut Srimen (50) ini mengalani stroke sejak setahun lalu sehingga tidak bisa lagi beraktivitas. Saat sehat Kakek Macong seorang petani penggarap dan masuk dalam daftar buku merah.

Baca juga:  Banding Pembunuh TNI Ditolak, PT Perkuat Putusan PN

Srimen kini juga sudah sakit-sakitan dan harus berjalan memakai tongkat kayu.
Dikatakan rumah mereka yang dari bedek juga sudah jebol. Sehingga kini Narka dan Srimen menumpang tidur di rumah anaknya. “Syukur anak saya kerja jadi kuli bangunan sehingga sedikit-sedikit bisa bangun rumah meski sederhana. Tapi kamar juga terbatas, ya jadi kami ngumpul 3 KK dalam satu rumah,” jelas ibu lima orang anak ini.

Dikatakan mereka punya lima orang anak, tiga laki-laki, dua perempuan. Semuanya tidak mampu. Bahkan anak perempuannya yang menikah di Baluk, Negara kini cacat akibat kecelakaan.

Yang memprihatinkan lagi, meskipun Narka masuk dalam daftar KK miskin tapi belum mendapat bantuan bedah rumah. Mereka juga tidak memiliki jamban/kamar mandi. Kini mereka hidup mengandalkan anaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan juga tidak mampu.(kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.