Truk mogok di jalur Denpasar-Gilimanuk menyebabkan kelumpuhan di jalur ini, Rabu (7/6). (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Pada Rabu (7/5) pagi lebih dari lima jam jalur Denpasar – Gilimanuk lumpuh total. Kondisi ini diakibatkan truk trailer bernomor polisi AG 8865 UT yang dikemudikan Sutrisno (61) mogok melintang. Tepatnya di jalur tanjakan Samsam, Banjar Samsam I, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Truk mogok mulai pukul 03.00 wita akibat as panjang patah dan gardan truk jebol di tengah tanjakan. Dari hasil pantauan di lapangan sopir nampak kebingungan mengolah stir agar truk yang membawa muatan keramik seberat 40 ton tersebut minggir.

Sutrisno mengatakan, dirinya baru datang dari Surabaya dengan tujuan Denpasar. Namun saat tiba di lokasi kejadian atau tepatnya dipertengahan tanjakan, truk tiba-tiba mogok karena gardan depan jebol. “Sempat mundur perlahan maksudnya agar bisa kepinggir, namun sulit karena body truk lumayan panjang.” ungkap sopir asal Kediri, Jawa Timur ini.

Baca juga:  Jro Jangol Dilimpahkan, Berusaha Hindari Jepretan Media Sandalnya Terlepas

Ia pun mengaku sudah menghubungi truk derek untuk bisa menarik ke pinggir. Sebab menggunakan bantuan truk menarik tidak bisa karena truk yang dikemudikan Sutrisno sangat berat.

Sementara itu Kasatlantas Polres Tabanan AKP I Ketut Mastra Budaya yang turun langsung ke lokasi menyebutkan, truk tidak kuat nanjak akibat kelebihan muatan hingga menyebabkan as panjang patah dan gardan depan jebol. “Muatanya 40 ton. Harusnya daya muatan truk ini 29 ton,” ungkapnya.

Akibat posisi truk melintang, jalur utama Denpasar – Gilimanuk ini mengalami kemacetan lebih dari lima jam di jalur dua arah. Dan hanya kendaraan rida dua saja yang bisa lewat. “Kemacetan bahkan sudah sampai Selemadeg,” bebernya. (Puspawati/balipost)

1 KOMENTAR

  1. Knp tidak dibuatkan jalur kereta api barang. Terlalu sering kejadian seperti ini. Mogok lah kecelakaan lah. Selain itu juga akan meningkatkn kenyamanan berlalulintas. Jaman udah modern masih aja pakai truk. Selain membahayakan juga polusinya itu loh. Bisa contoh negara lain kan. Mereka maju kedepan kita masih aja jalan ditempat. Uang rakyat dikemanain ya. Suksma

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.