ekstasi
AKBP Priyanto Priyo Hutomo. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com- Adanya penggerebegan Diskotek Akasaka, Senin (5/6) sekitar pukul 15.00 dan ditemukannya 19 butir ekstasi kini menjadi penyelidikan pihak Mabes Polri.
Narkoba senilai Rp 9,5 Miliar yang di datangkan dari Surabaya, itu kini menjadi atensi khusus.

Bahkan lolosnya belasan ribu ekstasi yang diduga lewat Gilimanuk itu kini menjadi sorotan. Kalau selama ini pengamanan di Gilimanuk masih lemah dan menyasar barang-barang kecil dan nilainya tidak besar.

Adanya informasi belasan ribu ekstasi itu lolos lewat Gilimanuk dengan menggunakan mobil dan ditaruh dalam tas hitam, membuat Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Selasa (6/6) sore lantas meminta anggotanya lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan. “Nanti saya arahkan anggota biar lebih teliti dan cermat dalam memeriksa kendaraan yang masuk ke Bali, terutama drugs,” kata Kapolres.

Baca juga:  Diamankan di Gilimanuk, Truk Bermuatan Kerang Tanpa Dokumen Karantina

Dikatakannya pemeriksaan juga sudah rutin dilaksanakan baik barang, orang dan kendaraan. “Pemeriksaan dilakukan seperti biasa, ” tandasnya.

Sementara itu sejumlah petugas mengatakan pihaknya sudah melaksanakan tugas sesuai SOP. Baik barang orang dan kendaraan. “Meskipun sarana dan prasarana masih minim namun kami berupaya melakukan pemeriksaan dengan maksimal,” kata petugas. (kmb/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Dimana tape keamanan dari klub Akasaka?

    Apakah polisi menemukan sistem perekaman video. Apakah pemilik Jerri Akasaka memfilmkan staf dan klubnya untuk alasan keamanan?

    Staf dan pejabat VIP mana yang ada di film keamanan di Akasaka?

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.