sidak
DPRD Buleleng melaksanakan sidak ke RSUD Buleleng, Selasa (6/6). Hal tersebut sebagai tindaklanjut banyaknya keluhan yang disampaikan pasien terhadap lambatnya kunjungan dokter setiap harinya (visite). (BP/sos)
SINGARAJA, BALIPOST.com – DPRD Buleleng melaksanakan sidak ke RSUD Buleleng, Selasa (6/6). Hal tersebut sebagai tindaklanjut banyaknya keluhan yang disampaikan pasien terhadap lambatnya kunjungan dokter setiap harinya (visite).

Berdasarkan pantauan, sidak yang dipimpin Wakil Ketua, Made Adi Purnawijaya dan diikuti Komisi IV pertama dilakukan pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ditempat ini, pelayanan dinilai sudah berjalan baik. Tak berselang lama, pemantauan dilanjutkan ke ruang VIP, ruang transit dan Mahottama. Hasilnya pun sama. Tidak ada persoalan yang ditemukan.

Purnawijaya menjelaskan sidak yang berlangsung pukul 12.00 Wita ini sebagai tindaklanjut atas keluhan pasien terhadap kunjungan dokter setiap harinya yang lambat, terlebih yang menangani sakit jantung. “Kami banyak menerima keluhan, terutama untuk visite. Ini akan kami bicarakan dengan pihak rumah Sakit. Akan ada rapat dengar pendapat. Tapi kalau secara umum, pelayanan tadi sudah berjalan cukup baik. Mahottama yang ruangannya dulu saya lihat kurang nyaman, sekarang sudah,” jelasnya.

Baca juga:  Didukung, Penetapan Sempadan Danau Buyan

Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng, dr. I Gede Wiartana, M.Kes., mengungkapkan adanya keterlambatan visite pada pasien dikarenakan jumlah dokter spesialis yang masih sangat minim. Seperti jantung dan paru-paru masing-masing 1 orang, spesialis anak dan saraf masing-masing 2 orang. Selain di RSU, mereka juga melayani pasien di Poliklinik dan rumah sakit lain. “Jumlah dokter spesialis masih sangat sedikit. Mereka juga melayani pasien ditempat lain. Beban kerjanya besar. Mereka harus menuntaskan dulu pelayanan disana. Jadinya visite mengalami keterlamatan,” jelasnya.

Idealnya, dokter spesial yang diperlukan RS yang berlokasi di jalan Ngurah Rai ini masing-masing minimal 3 orang. Guna mengisi kekurangan itu, koordinasi dengan perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Kedokteran di Denpasar sudah dilakukan. “Kami sudah terus bersurat biar ada spesialis yang kesini. Itu upaya untuk memaksimalkan pelayanan. Tapi belum ada respon. Itu memang peminatnya yang sedikit. Padahal kalau dilihat jasa pelayanan disini, tertinggi di Bali,” tegasnya. (sosiawan/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.