Vonis
Ilustrasi
GIANYAR, BALIPOST.com – Sejak 2016 lalu hingga kini Kasus dugaan penyimpangan bantuan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) oleh kelompok Tani Ternak Dharma Canti nampak jalan di tempat. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar mengaku hingga kini sedang menanti penghitungan kerugian dari pengelolaan uang Rp 1 Miliar itu.

Kasi Intel Kejari Gianyar, Gusti Agung Puger, mengakui sampai saat ini kejaksaan masih menantikan hasil perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali. Dikatakan pihak Kejari tidak bisa memaksa atau mendesak BPKP untuk bekerja maksimal. “Serba susah, karena BPKP itu instansi di luar kejaksaan, kami tidak bisa mendesak mereka,” jelasnya.

Agung Puger pun menjelaskan bahwa pihaknya sudah sempat melakukan koordinasi dengan BPKP, hasilnya memang Kejari Gianyar diminta menunggu dulu. “Kami sudah tanyakan, nanti kami konfirmasi lagi kapan akan selesai,” jelasnya.

Lanjut dia, hasil BPKP itu diperlukan sebagai pelengkap dalam pemeriksaan saksi-saksi. Dari hasil BPKP ini, pihak Kejari baru bisa mengambil sikap apakah menetapkan tersangka atau tidak. “Pemeriksaan BPKP diperlukan untuk mengetahui seberapa kerugian negara,” tukasnya.

Baca juga:  Kerugian Masyarakat Dari Investasi Bodong Mencapai Rp 105 Triliun

Sejauh ini, pihak Kejari sudah memeriksa 18 saksi, mulai dari pengurus kelompok ternak hingga para anggota kelompok. Beberapa saksi yang diperiksa, diantaranya juga dari pegawai negeri sipil (PNS) yang juga anggota ternak.

Saksi ahli seperti Kasi Kredit BPD Bali dan Dinas Pertanian Pemprov Bali juga dimintai keterangannya. Perlu diketahui Kelompok Ternak Dharma Canti ini menerima dana kredit KPPE senilai Rp 1 miliar. Anggota kelompok yang menerima dana itu sebanyak 20 orang.

Jadi, masing-masing anggota memperoleh masing-masing Rp 50 juta. Dana kredit itu juga telah dikembalikan kepada negara melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali cabang Gianyar. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.