Peluncuran WIFT di Jakarta. (BP/ist)
JAKARTA, BALIPOST.com – Widi International Fishing Tournament (WIFT) yang merupakan ajang turnamen mancing tingkat Internasional memperebutkan Piala Presiden berhadiah ratusan juta rupiah akan digelar di Kepulauan Widi, Kabupaten Halmahera Selatan, 25 – 29 Oktober mendatang.

Mengusung tema ‘North Mollucas A World Fisihing Destination’, WIFT 2017 diikuti sedikitnya 300 pemancing profesional dengan komposisi 60% berasal dari luar negeri dan 40% berasal dari dalam negeri serta melibatkan ribuan kapal nelayan di Halmahera Utara. Peserta yang sudah menyatakan ikut serta berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Jepang; Australia, AS, dan Spanyol.

Sekretaris Menteri Pariwisata, Ukus Kuswara menyambut baik langkah serius yang diperlihatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengangkat potensi bahari ke tingkat yang lebih tinggi. Ukus mengatakan, ajang WIFT secara tidak langsung turut meningkatkan laju ekonomi daerah melalui wisata dan industri mancing.

Ia mengharapkan, ajang ini akan menggairahkan industri mancing nasional berbasis ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan potensi dan kekuatan bahari yang diimiliki, jika dikelola dengan baik, maka dapat menaikkan citra Provinsi Maluku Utara di tingkat nasional bahkan Internasional. “Pemerintah Pusat senantiasa merangsang Pemerintah Daerah untuk menggali potensi daerah agar menjadi kekuatan ekonomi daerahnya,” katanya.

Baca juga:  PKB 2017 Dilepas di Monumen Perjuangan, Dibuka di Art Center Denpasar

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba bersyukur mendapatkan restu dari Pemerintah Pusat untuk menggelar ajang WIFT 2017 mendatang. Dengan tujuan untuk mengapresiasi Nawa Cita Presiden Jokowi serta membangun Provinsi Maluku Utara sebagai destinasi wisata dan industri mancing dunia sekaligus memperkenalkan Kepulauan Widi sebagai ikon destinasi mancing nasional.

Ia memastikan. WIFT 2017 akan menjadi tempat berkumpulnya para pecinta olahraga mancing tingkat Internasional untuk merasakan sensasi mancing yang berbeda dengan jenis ikan beraneka ragam dimana Provinsi Malut dikenal sebagai lumbung ikan khususnya sarang bagi Tuna Sirip Kuning (Yellow Fin Tuna) dan Tuna Gigi Anjing (Dogtooth Tuna). “Kami percaya aneka ragam jenis ikan terutama dua ikon ikan tersebut akan menjadi hasil tangkapan yang memberikan kepuasan tersendiri bagi para mancing mania, sebutan pecinta olahraga mancing,” ujar Abdul Ghani. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.