lulus
Siswa menggunakan pakaian adat melihat pengumuman kelulusan. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional tahun ajaran 2016/2017 di Kabupaten Badung, tidak lulus. Kedua siswa ini merupakan pelajar di SMPN 1 Kuta Utara.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah raga (Disdikpora) Badung, pelajar SMP yang mengikuti UN 2017 sebanyak 9.841 siswa yang terbagi dalam 60 sekolah. Sekolah yang melakukan UNBK tercatat 29 sekolah, sedangkan 30 sekolah melaksanakan ujian UNKP.

Kepala Disdikpora Badung, I Ketut Widia Astika, saat dikonfirmasi Jumat (2/6) prihal kelulusan membenarkan dua siswa SMP tidak lulus ujian, setelah pihak sekolah mengeluarkan dan mengumumkan kelulusan siswa tersebut. “Iya, ada dua siswa yang tidak lulus tahun ini. Lulus tidaknya siswa sepenuhnya ditentukan oleh sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah punya pertimbangan sendiri tidak meluluskan dua siswanya. Namun demikian, pihaknya tidak berkecil hati, karena siswa dari SMPN 1 Kuta bernama I Putu Denio Pranatha Ramananda yang memperoleh nilai tertinggi UN. Ia berhasil meraih nilai UN murni tertinggi di Bali dengan nilai (388,0). Untuk peraih nilai tertinggi kedua adalah Putu Agung Kesya Wisma Winata, siswa SMPN 3 Denpasar (387,0), dan peraih nilai tertinggi ketiga adalah Ida Ayu Jayanti Kusumawardani, siswa SMPN 1 Denpasar (386,5). “Kami tentu bangga sekali, walau ujian berbasis komputer, tetapi berhasil meraih nilai UN murnir tertinggi di Bali. Ini sebuah prestasi. Kami harapkan kedepannya dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Baca juga:  Dayu Uthari Beri "Kado Spesial" ke SMKN 1 Tabanan

Dikatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi seluruh pelaksanaan ujian nasional, baik UNBK maupun UNKP di Badung. Sebab, baru 50 persen sekolah ikut UNBK. “Mudah-mudahan tahun depan seluruh sekolah bisa ikut UNBK,” katanya.

Kepala SMPN 1 Kuta Utara Drs. I Made Gita, saat dihubungi membenarkan bawah ada dua siswanya yang tidak lulus. Penyebab ketidaklulusan kedua siswa tersebut diakui karena prilaku yang bersangkutan di nilai tidak baik. “Kelakuannya tidak baik, jadi para guru sepakat tidak meluluskannya. Kedua siswa ini juga sering tidak masuk sekolah tanpa alasan,’ ujarnya.

Kendati demikian, pihak sekolah masih memberikan kesempatan dan akan menerima bila seandainya kedua siswa tersebut ingin melanjutkan sekolah lagi. “Kami tentu terbuka untuk itu, tapi dengan catatan harus mengulang menjadi kelas 3 dari awal,” tegasnya seraya menyebutkan yang bersangkutan dapat mengikuti pendidikan kejar paket B. (parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.