Warga Peninjoan secara swadaya mengaspal jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki pemerintah. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Warga di Desa Peninjoan berulangkali mengeluhkan jalan rusak yang ada di wilayahnya. Namun, hingga kini tak juga ada perbaikan yang dilakukan terkait kerusakan itu.

Sebagai solusi, warga di Desa Peninjoan Tembuku terpaksa mengaspal jalan rusak yang ada di wilayah Banjar Penarukan secara swadaya. Proses perbaikan jalan rusak sudah mulai dilakukan warga sejak Minggu (28/5).

Sebelum diaspal, warga terlebih dahulu menambal lubang menganga pada jalan dengan menggunakan semen. Perbaikan jalan dilakukan secara gotong royong oleh sejumlah warga dari pagi hingga sore hari.

Wayan Mudiasa, salah seorang warga yang ikut bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan mengungkapkan, kerusakan jalan di wilayah Banjar Penarukan sudah terjadi sejak lebih dari tiga bulan terakhir. Kondisi jalan yang berlubang ditambah kondisi jalan yang menanjak kerap mengakibatkan pengendara yang melintas terjatuh hingga mengalami luka. “Banyak sekali warga yang sudah menjadi korban di sini. Kebanyakan murid-murid sekolah. Bahkan belum lama ini ada ibu hamil yang jatuh saat melintas di sini,” ujarnya.

Untuk bisa mendapat perbaikan dari pemerintah, warga sejatinya sudah sempat menyampaikan kondisi kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut sejak beberapa bulan lalu melalui kantor desa termasuk anggota dewan. Akan tetapi hingga saat ini tak kunjung mendapat respon.

Baca juga:  Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak di Culali Terus Dikeluhkan Warga

Mudiasa dan warga lainnya mengaku heran dengan lambannya respon pemerintah terhadap keluhan warga terkait kerusakan jalan tersebut. Warga juga mempertanyakan kenapa dari seluruh ruas jalan yang ada hanya bagian tersebut yang belum tersentuh perbaikan hingga saat ini.

Selain kecewa dengan pemerintah, warga yang bergotong royong juga mengeluhkan wakil rakyat mereka yang dinilai tak serius dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Ada tiga anggota dewan dari Peninjoan. Tapi tak satupun ada yang pernah turun. Bahkan mereka saling lempar karena alasannya bukan wilayahnya,” kata Mudiasa.

Dikonfimasi terpisah Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangli Putu Wida Gunawan mengatakan bahwa kerusakan jalan yang masuk dalam ruas jalan Peninjoan-Mapagan itu akan diperbaiki tahun ini menggunakan anggaran pemeliharaan rutin. Wida Gunawan mengungkapkan alasan dilewatinya jalan tersebut pada hotmix tahun 2015 lalu dikarenakan terkendala adanya jembatan menuju jalan itu yang tidak bisa dilintasi alat berat. “Tapi kita akan pasang anggaran untuk menghotmik jalan tersebut di tahun 2018,” tandasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.