jalan
Kondisi jalan di Desa Subaya yang rusak parah sejak empat tahun terakhir. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Masyarakat di Desa Subaya Kintamani mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera melakukan perbaikan terhadap infrastruktur jalan di desa setempat. Pasalnya kondisi jalan yang rusak sejak lebih dari empat tahun terakhir tak hanya berdampak pada terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat namun juga membahayakan keselamatan pengendara yang melintas terutama saat musim hujan.

Perbekel Desa Subaya Nyoman Diantara Minggu (28/5) mengungkapkan, dari total 6 kilometer panjang jalan yang ada di Desa Subaya, sepanjang lebih dari 4 kilometer kondisinya sudah rusak parah. Aspal jalan banyak yang terkelupas hingga membuat batu dan kerikil berhamburan. Bahkan di beberapa titik, batu dan kerikil sudah banyak yang terlepas dan menyisakan tanah yang kemudian berubah menjadi lumpur saat musim hujan. “Kerusakannya sudah lama sekali, sejak tahun 2013 lalu,” terangnya.

Rusaknya jalan tersebut, kata Diantara sangat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Banyak masyarakat yang kesulitan mengangkut hasil pertaniannya ke pasar lantaran kondisi jalan yang hancur. “Sangat susah sekali mobil bisa melintas di sana. Apalagi kalau musim hujan, mobil tidak bisa lewat karena jalannya hancur dan berlumpur,” terangnya.

Saat musim hujan, masyarakat di desanya tidak ada yang berani memaksakan diri mengangkut hasil panen dengan mobil karena mengancam keselamatan pengendara. Warga biasanya baru akan membawa hasil panennya ke pasar jika cuaca sudah membaik. “Karena kalau dipaksakan warga takut tergelincir ke jurang,” ujarnya.

Baca juga:  Warga di Kelapa Balian Tuntut Perbaikan Jalan Desa

Agar jalan yang rusak bisa dilalui, pihaknya bersama masyarakat selama ini terpaksa menambalnya dengan menggunakan semen secara swadaya. Akan tetapi upaya tersebut tidak bisa bertahan lama.

Untuk bisa mendapat perbaikan dari pemerintah, Diantara mengaku sudah berupaya mengajukan usulan melalui Musrenbangcam hingga tiga kali. Namun sampai saat ini usulannya tak kunjung mendapat tindaklanjut. Pihaknya pun mempertanyakan kenapa desa-desa lainnya yang kondisi medannya sulit bisa lebih dulu mendapat perbaikan aspal sementara Desa Subaya tidak. “Harapan kami pemerintah segera memperbaiki jalan di Desa Kami. Karena kalau kami yang memperbaiki menggunakan ADD kan tidak bisa, karena itu asetnya tercatat milik kabupaten,” kata Diantara.

Tak hanya itu, pihaknya juga sangat mengharapkan para anggota dewan yang kini duduk di DPRD Bangli untuk sesekali turun ke Subaya melihat keadaan jalan di sana. Dewan diharapkan ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat agar kerusakan jalan segera mendapat perbaikan. Pihanya meminta dewan jangan hanya memberi perhatian ke masyarakat Subaya saat menjelang pemilu. “Jangan disaat ada kepentingan saja baru diperhatikan,” pungkasnya. (dayu rina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.