DENPASAR, BALIPOST.com – Bangsa Indonesia sedang menghadapi banyak hambatan, gangguan, ancaman, dan tantangan. Ada pihak-pihak tertentu ingin menggoyang kesaktian Pancasila dan mengoyak Bhineka Tunggal Ika serta NKRI.

Menghadapi ancaman itu, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak bersama jajarannya menggelar apel Soliditas Kebangsaan dan Kirab Pancasila. Selain itu dalam rangka rangka HUT ke-60 Kodam/Udayana.

Apel tersebut dipimpin Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. “Perlu diingat bahwa kemerdekaan itu merupakan hasil perjuangan dan upaya seluruh  anak bangsa penjahah. Pancasila adalah nilai luhur bangsa dan digagas para pendahulu kita. Pancasila tidak perlu diragukan sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Mari kita gelorakan bahwa Pancasila,” tegas Pangdam.

Menurut Pangdam, sekarang ancaman ke depan adalah terorisme, kapitalisme dan komunisme gaya baru, radikalisme, narkoba dan intoleransi. “Untuk menghadapinya perlu soliditas seluruh komponen masyarakat, termasuk aparat keamanan. Dari Bali kita gaungkan bahwa Bali tetap solid berdasarkan Pancasila. Media massa juga merupakan pejuang demokrasi dan bagian dari Pancasila,” ujarnya.

Mantan Dandim 1611/Badung ini mengatakan, pihaknya sengaja membuat apel soliditas dan kirab Pancasila. Kalau dulu rakyat Indonesia berpikir bagaimana merebut kemerdekaan, hidup atau mati.

Baca juga:  Di Buleleng, BBPOM Juga Temukan Makanan Ber-Rhodamin

Sekarang setelah merdeka berdasarkan Pancasila, banyak mendapat hambatan, gangguan, ancaman dan tantangan. Tapi Pancasila sudah terlihat dan teruji kesaktiannya. “Sekarang kita mendapat gangguan lagi seperti intoleransi, terorisme, radikalisme dan narkoba,” katanya.

Di celah-celah persaingan dan kompetisi global, ke depan ada tiga tantangan besar yaitu energi, air dan pangan. “Kalau anak bangsa kita tidak bersatu atau solid maka hambatan, ancaman, gangguan dan tantangan itu sudah ada di depan pintu. Oleh sebab itu perlu soliditas dan kebersamaan kita, untuk meyakinkan masyarakat bahwa Pancasila itu masih eksis dan bisa pedomani sepanjang masa,” ungkapnya.

Terkait ancaman di Bali, menurut Komaruddin ada tapi kecil dan tidak sebesar di Jakarta. Oleh karena itu lebih baik mencegah ketimbang ditindak.

Untuk itu perlu diwaspadai dan sempat enam tahun tugas di Bali, mantan Kasrem 163/Wira Satya ini yang perlu dipertahankan adalah bersamaan antara aparat sipil negeri dan masyarakat. Selain itu harus bersatu dan deteksi dini. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.