banjir
Kondisi dermaga penyebrangan di Desa Kedisan Kintamani. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Meluapnya air Danau Batur di Kintamani selama ini tak hanya berdampak pada terendamnya lahan pertanian dan puluhan rumah penduduk di Desa Terunyan, namun juga dermaga penyebrangan di Desa Kedisan, terendam air danau. Akibatnya, aktivitas menaik-turunkan penumpang di Dermaga Kedisan saat ini terpaksa dipindahkan.

Kepala UPT Penyebrangan Danau Batur Dishub Kabupaten Bangli, Ketut Nasta Jumat (25/5) mengungkapkan, air danau Batur sudah mulai meluap secara perlahan sejak Januari lalu. Sekitar bulan Februari, luapan air danau Batur semakin meninggi hingga mencapai 2,5 meter dari kondisi normal dan merendam dermaga. Sejak saat itulah, aktifitas menaik turunkan penumpang di Dermaga Kedisan terpaksa dipindahkan ke depan toilet karena penumpang tidak bisa naik boat dari dermaga. “Di sana terdapat tempat yang disediakan,” ujarnya.

Tak hanya Dermaga Kedisan, luapan air danau Batur juga diakuinya merendam dermaga kayu di depan Kuburan Terunyan dan dermaga yang ada di Desa Terunyan. Meski ketiga dermaga yang ada terendam, namun aktivitas penyebrangan tidak sampai terganggu.

Baca juga:  Hujan Lebat, Ruang Bidang Humas Polda Bali Kebanjiran

Nasta mengatakan bahwa luapan air Danau Batur saat ini adalah yang terparah sejak hampir 23 terakhir. Sekitar tujuh tahun lalu atau pada 2010 lalu, air danau Batur diakuinya sempat meluap, namun tidak separah saat ini. “Kalau dulu air danau belum meluap, beberapa meter dari bibir danau masih bisa ditanami petani. Tapi sekarang air meluap hingga ke dermaga,” terangnya.

Selain Nasta, Wayan Sadu petugas di Dermaga Kedisan juga mengungkapkan hal serupa. Menurut Sadu, meluapnya air danau Batur memang rutin terjadi setiap musim penghujan. Hanya saja luapan kali ini adalah yang terparah dibanding tahun sebelumnya.

Sadu mengatakan, kendati luapan air danau sampai merendam dermaga, namun sejauh ini tidak ada penumpang/pengunjung yang complain. “Tingkat penyebrangan sejauh ini masih berjalan normal,” katanya. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.