BANGLI, BALIPOST.com – Air terjun Jelekungkang merupakan air terjun yang sudah ada sejak lama. Hanya saja selama ini air terjun yang berada di dasar jurang itu tidak terawat.

Untuk mengembangkan menjadi objek wisata, air terjun yang berlokasi di Dusun Jelekungkang, Desa Tamanbali, Bangli tersebut sejak sepekan lalu mulai ditata.

Untuk menuju lokasi air terjun tersebut jarak yang ditempuh kurang lebih sekitar 2 kilometer. Bahkan, jalan yang dilalui masih jalan setapak yang terjal berada di samping jurang yang menurun yang dikelilingi pepohonan.

Untuk bisa sampai ke lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki. Setelah sampai di lokasi air terjun yang ketinggiannya mencapai 25 meter itu, lebih dulu kita akan melihat satu pancoran dan selanjutnya bru bisa melihat kejernihan air yang jatuh dari atas tebing.

Saat ini jalan yang sebelumnya merupakan semak belukar, mulai ditata untuk dibuka akses jalan yang memadai agar mudah dilewati pengunjung.

Penggagas Air Terjun Jelekungkang di Dusun Jelekungkang, Desa Tamanbali, Bangli I Ketut Purna mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembersihan, termasuk pembukaan akses jalan setapak untuk menuju air terjun. Ia mengutarakan pembersihan itu sudah dilakukan sejak sepekan lalu. “Saya ajak anak-anak saya dan kerabat untuk membersihkan ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelum ditatanya air terjun ini, memang sejak dulu sudah dipakai untuk tempat pemandian oleh warga setempat. Hanya saja, kondisinya masih alami dan belum tersentuh penataan seperti sekarang ini.

Baca juga:  Media dan Travel Agent Malaysia Terpesona Penglipuran

Kata dia, semenjak mulai dibukanya jalan, dan meskipun belum selesasi 100 persen, anak-anak mulai ramai mendatangi air terjun ini. “Kini hampir setiap hari ada saja anak-anak dari desa ini yang datang kesini untuk mandi. Kadang mereka juga ikut membantu kita untuk melakukan pembersihan ini,” jelas pria yang juga sebagai penggagas Air Terjun Kuning itu.

Sementara itu, Bendesa Adat Jelekungkang, Wayan Wirya mengatakan, air terjun ini memang sudah ada sejak lama. Hanya saja, baru beberapa hari belakangan ini air terjun tersebut mulai digarap dan ditata. “Ini masih digarap pribadi oleh pak Purna. Karena beliaulah yang mempunyai ide untuk menata air terjun ini. Saya juga baru tahu kalau air terjun ini bakal dikembangkan menjadi objek wisata beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Wirya mengatakan, bukan tidak mungkin kedepannya air terjun ini bakal dikelola oleh desa adat. Hanya saja, pihaknya masih melihat kedepannya seperti apa perkembangannya dari air terjun yang dibuka ini. “Kalau kedepannya perkembangannya bagus, mungkin Desa Adat yang akan menangani objek itu. Sambil jalan kita lihat prospeknya seperti apa,” ucap Wirya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.