SEMARAPURA, BALIPOST.com – Keindahan pantai menjadi daya tarik wisatawan datang ke Nusa Penida. Objek tebing paling sering digunakan wisatawan sebagai tempat berfoto. Padahal kawasan tebing paling berbahaya untuk dikunjungi mengingat sering memakan korban jiwa.

Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa, BPBD Klungkung berencana akan memasang papan himbauan agar wisatawan lebih berhati-hati saat berkunjung ke objek wisata yang rawan menelan korban jiwa. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada menjelaskan, pihaknya telah memasang tiga papan himbauan di wilayah eks Galian C, Klungkung karena sering menimbulkan korban jiwa.

Hal serupa juga akan dilakukan di Nusa Penida, mengingat sering terjadi kecelakaan jatuh ke laut dan tenggelam hingga menimbulkan korban jiwa. Menurut Putu Widiada, pengamanan di pesisir pantai Klungkung menjadi sekala prioritas Pemkab Klungkung.

Untuk itu, pengadaan papan himbauan akan segera dilakukan meski pihaknya tidak memasang anggaran khusus untuk pengadaan papan himbauan. “kita hanya bisa melakukan himbauan. Kalau papan larangan harus didasari oleh aturan yang berlaku,” bebernya, Selasa (23/5).

Baca juga:  Kunjungan Ke Uluwatu Meningkat Hingga 15 Persen

Selain itu, BPBD Klungkung akan menyiapkan sebanyak 30 penyelamat pantai yang akan ditempatkan di tiga titik, yakni Pantai Watu Klotok, Nusa Lembongan dan Nusa Gede. Pengadaan lifeguard ini akan dilakukan secepatnya untuk mengamankan wilayah perairan yang kini ramai dikunjungi wisatawan. “Kita tahu sendiri, Klungkung banyak dikunjungi karena wisata baharinya. Sehingga sangat diperlukan penyelamat pantai,” sebutnya.

Sesuai dengan koordinasi dan dukungan dari Sekda Klungkung, diharapkan pada tahun ini Pemkab Klungkung dapat merekrut penyelamat pantai yang nantinya berada di bawah BPBD Klungkung. “Kita baru punya rubber boat untuk di air tawar. Tapi kita sudah komunikasi ke Basarnas dan mereka sudah siap membantu kita,” pungkasnya. (Dewa Farendra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.