Warga di Kelapa Balian menuntut perbaikan jalan desa. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah warga di Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan menuntut janji untuk perbaikan akses jalan di permukiman mereka. Jalan melingkar yang menjadi tanggungjawab desa itu, dijanjikan akan segera diperbaiki sejak tahun 2016 lalu. Namun, ternyata hingga 2017 ini, tidak ada tanda-tanda untuk perbaikan.

Beberapa warga yang ditemui Senin (22/5) mengaku sudah sangat kesal dengan kondisi jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer itu hancur. Sebelumnya, sekitar satu kilometer jalan di sekitar rumah walet itu sudah diaspal lapen. Tetapi kini sudah hancur mengelupas dan hanya tersisa kerikil. “Ada sekitar satu kilo hancur begini, berulangkali dilihat sama kepala desa. Katanya 2016, sekarang sudah tahun 2017 belum ada perbaikan,” terang Suhadi, salah satu warga.

Jalan ini menurutnya merupakan akses bagi puluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Tercatat ada dua Rukun Tetangga (RT) yang berkumpul di permukiman tersebut. Selain itu, jalan ini juga sering menjadi akses jalan pertanian untuk mengangkut hasil panen sawah.

Baca juga:  Tim Audit Datangi Proyek Politeknik KP Pengambengan

Mulyadi (41) warga sekitar lainnya juga menuturkan keluhan jalan aspal yang rusak tersebut. Menurutnya sudah lama jalan itu rusak dan sulit dilalui karena penuh kerikil. Kendaraan juga jarang melintasi jalur tersebut dan memilih memutar di jalan pinggir sawah. “Kalau memutar lebih cepat jalannya masih tanah, tapi kalau hujan ya terpaksa di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pengambengan, Samsul Anam dikonfirmasi di kantor desa mengakui adanya keluhan dari warganya di Kelapa Balian itu. Tetapi desa sudah memasang anggaran untuk tahun 2018 nanti dan sudah masuk dalam rencana pembangunan desa.

Tahun ini memang tidak bisa masuk karena di Kelapa Balian, menurutnya, sudah empat titik yang mendapat perbaikan jalan. Sementara di Pengambengan ada lima dusun dan dusun Kelapa Balian yang paling banyak. “Dari total pengerjaan jalan, sebagian besar ke Kelapa Balian. Karena disana yang paling padat penduduk. Untuk yang di Walet itu, tahun 2018 ini,” tandasnya. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.