GIANYAR, BALIPOST.com – Pengangkatan anak kehormatan di Puri Saren Kelod Semar Kuning merupakan sebuah momen yang sangat bersejarah bagi Puri Saren Kelod. Pengangkatan anak yang diresmikan lewat hukum ini istimewa karena Drs. I Gusti Ketut Dalem berkenan mengangkat seorang putra asal Laos, Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao.

Pengangkatan anak ini digelar, Sabtu (20/5), di Puri Saren Kelod, Ubud. Dalam upacara tersebut nampak hadir keluarga dari Raja Puri Saren Kelod dan kerabat serta teman-teman bisnis putra angkat Puri Saren Kelod yang berasal dari sejumlah negara. Diantaranya Taiwan, Laos, Thailand, Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat (AS), dan Singapura.

Secara resmi upacara pengangkatan anak ini dilakukan dengan menyematkan simbol kerajaan kepada Dato Sri dan Istri. Setelah penobatan, Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao diberi nama Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem. Pengangkatan anak kehormatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas seni yang ada di Bali ke seluruh dunia untuk pengembangan pariwisata Bali.

Ananda Putra I Gusti Ketut Dalem, mengatakan keinginannya menjadi anggota keluarga Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud diawali dengan ketertarikannya pada seni Bali yang unik dan mengandung nilai artistik. Ia mengaku sudah melihat sejumlah karya seni Bali saat berkunjung, terutama pada ukiran kayu, batu dan lukisan, yang menurutnya mengandung poin khusus. Karena itu, pihaknya ingin memperkenalkan lebih luas lagi seni Bali ke seluruh dunia.

Apalagi saat ini dirinya merupakan salah satu Presiden Dewan Budaya Dunia. “Dari niat itulah saya ingin mengikat hubungan menjadi anak angkat di Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud ini, sehingga saya dianggap menjadi bagian dari Bali,” sebutnya.

Ia membawa beberapa rekan bisnis dari sejumlah negara, diantaranya Malaysia, Vietnam, Taiwan, Cina, Laos, Singapura dan Amerika. “Mereka adalah pemegang saham di sejumlah perusahaan saya. Saya mengajak mereka untuk memperkenalkan seni yang ada di Bali sehingga mereka bisa mempromosikannya di negara mereka. Saya juga mengundang Biro Dewan Budaya Dunia, presiden asosiasi kolektor Cina, beberapa kalangan sastra dan seni,” ujarnya.

Baca juga:  Berawal dari Kecintaan akan Seni

Lebih lanjut dikatakan, pertemuannya dengan penglingsir Puri Saren Kelod Semar Kuning Ubud berawal dari pertemuan pertukaran budaya internasional beberapa tahun lalu. Sejak itu, komunikasi yang membahas tentang referensi seni terus berlanjut.

Bahkan, tahun lalu ia pernah mengundang penglingsir dan keluarganya sebagai tamu kehormatan untuk mengunjungi Laos. Dan juga melihat proyek-proyeknya yang ada di Laos dan Malaysia. Persaudaraan ini semakin erat setelah melakukan beberapa pertemuan.

Selain itu, dari segi leluhur, dikatakan Puri Saren Kelod Semar Kuning merupakan keturunan dari Dinasti Raja Majapahit yang mempunyai kesamaan dan hubungan erat dengan Dinasti Qing, Laos. “Pertemuan ini bukanlah hal kebetulan. Namun, lebih karena mempunyai kesamaan leluhur. Selain itu, karena beliau tidak memiliki anak dan ayah saya telah meninggal, sehingga atas saran teman-teman dekat, saya mau dijadikan anak angkat. Sehingga, kita memiliki upacara hari ini untuk mengikat hubungan kekeluargaan yang lebih erat lagi. Ini merupakan nasib dua orang anak dan ayah yang dipertemukan,” tandasnya.

Dengan menghadirkan rekan bisnis perwakilan Dewan Budaya Dunia, serta beberapa kalangan sastra dan seni, ia berharap seni yang ada di Bali bisa lebih dikenal di seluruh dunia. Apalagi, usaha ini sudah dilakukan dengan upaya yang cukup matang. Sehingga, para investor dunia mau memperkenalkan Bali di negaranya.

Setelah upacara pengangkatan anak, I Gusti Ketut Dalem, memberikan piagam dan keris kepada 31 VVIP dari 7 negara yang diakui sebagai kerabat raja. Sedangkan Dato Sri Dr. Aixinjueluo Yuhao memberikan piagam kepada 9 anggota keluarga raja yang diakui sebagai anggota dari Dewan Dunia untuk Kebudayaan dan Seni. Aixinjueluo juga memberikan sejumlah karya seni sebagai tanda telah diterimanya pengangkatan anak kehormatan. (Diah Dewi/Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.