lebaran
Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub A. Tonny Budiono menerima penjelasan dari petugas Inspektorat Pelayaran mengenai peralatan keselamatan saat sidak angkutan lebaran di KMP Baruna I di Merak, Senin (15/5). (BP/son)
MERAK, BALIPOST.com – Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub A Tonny Budiono memberikan teguran soal hasil uji petik kelaiklautan kapal yang akan dijadikan sebagai angkutan lebaran yaitu KMP Baruna I dan KMP Sembung di Pelabuhan Merak, Banten. “Dari hasil uji petik tadi, ada beberapa yang kurang, kurang latihan menghidupkan alarm saja mereka bingung, untuk itu kami berikan teguran,” kata Tonny usai sidak kelaiklautan kapal di Pelabuhan Merak, Senin (15/5).

Tonny menjelaskan, sebagian kru masih belum siap menghadapi kejadian darurat, salah satunya alarm, kemudian saat menghadapi ancaman kebakaran dalam mengoperasikan sistem kerja selang air atau “sprinkler”. “Sprinkler itu kena panas mereka pecah, tapi ada sprinkler model otomatis dan manual,” ucapnya.

Namun, saat mengoperasikan “sprinkler” manual, banyak awak kapal yang belum terlatih. “Makanya, harus sering latihan untuk mencoba peralatan yang ada, pasti ada teguran sebelum berlayar,” ujarnya.

Dia menambahkan seharusnya latihan dilakukan sesering mungkin, terutama di kapal penumpang, seperti di Pelabuhan Merak. “Jadi harus satu bulan sekali kita harus lakukan latihan, apalagi untuk kapal penumpang harus sering latihan, kalau kapal-kapal ini kan (beroperasi) hanya beberapa jam, jadi lakukan pengecekan seminggu sekali,” tuturnya.

Baca juga:  Truk Tak Beroperasi, Kemacetan Selama Arus Mudik Teratasi

Dalam kesempatan sama, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Rudiana menyebutkan jumlah kapal yang sudah diinspeksi untuk persiapan Angkutan Lebaran 2017, yaitu 1.342 kapal. “Tapi kita akan cek kembali karena bisa saja ada kapal dengan nama sama. Kapal Indonesia kan ada 1. 268 total maka akan dicek nanti siapa tahu ada namanya yang sama di pelabuhan ini dicatat, di pelabuhan lain juga dicatat,” imbuhnya.

Dari segi kesiapan, Rudiana mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan mulai dari “H-7” sampai “H+7” Lebaran. “Untuk kapal pengecekan sudah 100 persen,” katanya.

Namun, apabila kondisi betul-betul padat, pihaknya akan menyiapkan kapal cadangan. “Mungkin kita nanti informasikan ke masyarakat kalau kita akan tetap berangkatkan mereka dengan kapal berikutnya, itu tadi kita informasikan ke masyarakat biar mereka tahu secara persuasif,” katanya. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.