Ilustrasi. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sempat berstatus Mr.X, identitas mayat pria ditemukan di Poliklinik Bedah RSUP Sanglah, Jumat (12/5) lalu, akhirnya terungkap. Setelah pihak keluarganya datang, Sabtu (13/5), dipastikan itu jenazah I Nengah Sugenda asal Kintamani.

“Sugenda ini memang dicari oleh Polsek Kintamani karena terlibat kasus penggelapan sepeda motor. Saya kan sempat jadi Kapolsek Kintamani, dia ini residivis kasus pencurian, curanmor dan penggelapan,” kata Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol Gede Sumena, Minggu (14/5).

Terkait meninggalnya Sugenda, menurut Kapolsek pihaknya belum tahu pasti karena masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis. Namun hasil pemeriksaan sementara atau visum luar, diduga dia meninggal karena sakit jantung. “Keberadaanya di TKP masih kami selidiki. Dia di sana bukan sebagai pasien atau penunggu pasien. Ini yang sedang kami selidiki,” tegas mantan Wakapolsek Denpasar Selatan ini.

Informasinya, lanjut Sumena, Sugenda dilaporkan kasus penggeledapan sepeda motor oleh Wayan Denes (55) asal Tembuku, Bangli, Sabtu (15/4). Sejak saat itu, dia langsung menghilang karena dicari oleh anggota Polsek Kintamani.

Baca juga:  Tanggul Tukad Unda Jebol, Rumah Belasan KK Terancam Banjir Lumpur

Pada Jumat pukul 08.15 Wita, mayat Sugenda ditemukan di ruang tunggu Poliklinik Bedah RSUP Sanglah Denpasar. Penemu pertama kali adalah penunggu pasien, Elyani (26) beralamat di Jalan Pulau Aru, Denpasar.

Dari keterangan, satpam rumah sakit, Gusti Ngurah Putrawan (42) menerima laporan dari petugas co-ass bahwa Elyani melaporkan ada laki-laki tidur di TKP dan mulutnya keluar buih. Selanjutnya Putrawan menyuruh rekannya, Ketut Kartana melakukan pengecekkan.

Setibanya di sana, Kartana melihat pria tersebut tidur terlentang di kursi panjang ruang tunggu. Ia berusaha membangunkannya namun tidak ada reaksi. Selanjutnya korban dibawa ke IRD dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, dr. Eka Wisarini Putri. Alhasil korban dinyatakan sudah tidak bernyawa dan langsung dibawa ke kamar jenazah.

“Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Saat ditemukan tidak ada kartu identitas korban. Hari Sabtu pagi baru identitasnya terungkap, setelah keluarganya datang,” kata Sumena. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.