laut
Beton seperti stupa yang akan ditenggelamkan untuk taman laut di Kawasan Desa Bondalem. (BP/sos)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Masyarakat Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula terus menggalakkan pembuatan taman laut.  Selain kepentingan konservasi, itu juga untuk mendukung pengembangan wisata bahari yang belakangan mulai digandrungi wisatawan.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Pantai Bondalem, Nyoman Sugiartha, Kamis (11/5) mengungkapkan pembuatan taman laut ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Hal itu semakin digencarkan sejak beberapa bulan belakangan. Menariknya, pembuatan taman itu tak hanya dilakukan dengan menanam terumbu pada karang yang sudah ada. Tetapi juga pada patung tarian yang ditenggelamkan ke laut. “Beberapa waktu lalu, patung penari dan gamelan sudah ditenggelamkan,” ujarnya.

Selain patung penari, dalam waktu dekat juga akan dilakukan penenggelaman sejumlah beton yang berbentuk stupa. Itu juga akan ditanami terumbu karang untuk menyambut event Buleleng Bali Dive Festival yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang. Pembuatan taman ini sebagai bentuk konservasi, disamping untuk mendukung wisata bahari berupa diving yang belakangan ini mulai menggeliat. Kunjungan wisatawan sudah tergolong banyak. “Tujuan utamanya untuk konservasi,” ucapnya.

Baca juga:  Tiap Sepuluh Tahun Telan Korban Usia Remaja

Pria yang mahir menyelam ini menambahkan dalam pembuatan taman itu hanya terkendala cuaca buruk. Sementara untuk perhatian pemerintah, tidak ada persoalan. “Ini hanya terkendala cuaca saja, lebih pada kondisi alam. Kalau pemerintah sudah ada perhatian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna mengungkapkan pembuatan taman itu menjadi salah satu cara untuk memeratakan wisata bahari di Kabupaten Buleleng. Sebab, saat ini baru ada di Pemuteran, Buleleng Barat. “Dengan adanya taman ini, kunjungan akan merata. Begitu juga dampaknya ke masyarakat. Tidak hanya di barat,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Buleleng ini menyampaikan minat wisatawan untuk menikmati diving cukup besar. Terobosan yang dilakukan warga Bondalem dinilai sangat strategis untuk pengembangan pariwisata kedepan. “Kunjungan sudah mulai ramai. Untuk kawasan terumbu karangnya sudah dibuatkan zona, mana untuk wisata dan mana yang tidak,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.