JAKARTA, BALIPOST.com – Sukses menyelenggarakan Jakarta Marketing Week tahun lalu, MarkPlus, Inc. kembali menggelar perhelatan pemasaran akbar bagi para marketing enthusiasts dengan menghadirkan The 5th Annual Jakarta Marketing Week (JMW) 2017.

Bertempat di Kota Kasablanka, Jakarta, JMW 2017 digelar selama 7 hari, 70 jam non-stop, mulai tanggal 3 hingga 9 Mei 2017, ajang mempertemukan berbagai komunitas, dari artis, kalangan pebisnis, hingga pejabat negara dan penyelenggara pemerintahan itu kembali mengulang kesuksesan. Pembukaan JMW 2017 diresmikan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi di hari perdana acara.

Pada puncak acara sekaligus hari penutupan acara, Selasa (9/5) semalam, dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) AAN Puspayoga, Menteri Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi (DPDTT) Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata Arif Yahya, anggota Komisi X DPR RI Yanti Sukamdani yang juga dikenal sebagai praktisi pariwisata.

Mantan Wakil ketua KPK Saut Panggabean, pengusaha dan mantan Menteri BUMN Tanri Abeng, mantan Wakil Kapolri Nanan Sukarna. Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabumi yang sukses menjadi pengusaha martabak dengan nama beken “Markobar” (Martabak Kota Barat). Dari kalangan artis tampak Kaka Slank dan personel Slank lainnya, Nadine Candrawinata, Farhan dan sederet artis lainnya.

Pada puncak acara tersebut menampilkan pembicara inti Dr. (HC) Ir. Ciputra selaku Founder dan Chairman Ciputra Business Grup. Pengusaha sukses tersebut memperoleh penghargaan Lecture of The Years JMW 2017 yang diberikan secara langsung oleh Menkop UKM AAN Puspayoga.
Dalam paparannya, pengusaha kondang tersebut menekankan pentingnya generasi muda menjadi seorang entrepreneur. “Entrepreneur itu bukan kaki lima, sebab dinilai malah menganggu ketertiban, juga bukan pengusaha toko kelontong. Kedua profesi itu tidak memiliki nilai tambah. Entrepreneur itu adalah mengubah sampah menjadi emas,” kata Ciputra.

Baca juga:  Istimewa! The ONE Legian Dianugerahi "Bali Leading Lifestyle Hotel 2019" di BTA

Intisari dari entrepreneurship adalah imovasi yaitu kemampuan melipatgandakan nilai secara kreatif dan sevara berkelanjutan sehingga pelanggan selalu memiliki alasan untuk setia kepada brand (merk). “Seorang entrepreneur mengubah kotoran dan rongsolan menjadi emas”. 

Ia mencontoh, melalui salah satu perusahaannya PT Pembangunan Jaya, Ciputta berhasil membangun Taman Impian Jaya Ancol yang di dalamnya terdapat permainan dunia fantasi (dufan). “Dulu orang menyebut Ancol senagai tempat membuang anak, kini justru Ancol menjadi tempat membuat anak,” kelakarnya.

Founder and Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya mengaku bangga pernah belajar kepada Ciputra. “Saya tidak mungkin bisa membuka JMW kalau nggak ada Pak Ciputra. Saya termotivasi menjadi entrepreneur pun karena beliau,” kata pengusaha yang juga aktif sebagai motivator ini.

Mewakili pejabat negara yang hadir, Menteri Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi (DPDTT) Eko Putro Sandjojo menekankan perlunya koordinasi stakwholders untuk saling membantu dalam pembangunan desa melalui badan- badan usaha milik desa. Menurutnya, JMW merupakan tempat tepat untuk mengajak para stakeholders untuk salimg bekerjasama.

“Jakarta Marketing Week mengutamakan knowledge dan networking, rasa tepat karena di sinilah saya dapat menyampaikan pesan untuk saling membantu masyarakat pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena banyak sekali potensi di pedesaan yang dapat digali dan belum dimaksimalkan,” kata Eko. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.