Kaleng bekas dibuat menjadi miniatur moge. (BP/sos)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kaleng bekas masih sering dibuang begitu saja oleh sejumlah orang lantaran dipandang tak bisa diolah menjadi produk lain. Namun, di tangan warga Dusun Tegallenga, Desa Kalisada Kecamatan Seririt, Ketut Artawan, sampah non-organik itu bisa disulap menjadi miniatur motor gede (moge) bernilai ekonomis.

Penggemar moge di Kabupaten Buleleng cukup banyak. Selain kendaraan sungguhan, tak jarang ada juga yang ingin memiliki miniatur untuk pajangan, mengisi ruang kosong dalam rumah. Peluang itu tak dilewatkan Ketut Artawan.

Melalui kreativitasnya, secara otodidak sejak setahun lebih, ia mencoba membuat miniatur yang tergolong rumit itu. Awalnya, bahannya dipakai dengan kertas. Tetapi hasilnya kurang maksimal. Hal itu tak membuatnya putus asa untuk berkarya.

Berbagai ide dipikirkan. Akhirnya terbesit untuk menggunakan kaleng bekas yang selama ini banyak berserakan mengotori lingkungan. Berkat kerja kerasnya, sejumlah miniatur berhasil diciptakan. Bentuknya unik dan memiliki tampilan rapi. “Pemanfaatan kaleng ini juga sebagai salah satu cara mengurangi sampah,” ujarnya, Minggu (7/5).

Baca juga:  Dalam Pemilu 2019, Pers Tak Boleh Jadi "Pemain"

Pembuatan miniatur itu juga memerlukan beberapa bahan pendukung lainnya, seperti kawat, lem dan kardus. Pola akan digambar dan dirakit menyerupai model yang diinginkan. Cara ini dinilai tak sulit, sebab sebelumnya sudah mendapat pengalaman dalam membuat papercraft. “Selain Moge, juga membuat miniatur berbagai jenis alat musik,” katanya.

Pria kelahiran 30 Desember 1984 ini tak hanya membuat miniatur seorang diri. Tetapi dibantu temannya, Gusti Andika. Karyanya itu tak hanya dikenal warga sekitar tempat tinggalnya. Namun juga ramai diperbincangkan di media sosial. Hal itu menjadi pengundang datangnya pembeli. “Peminat harus order dulu jika ingin membeli,” sebutnya.

Sehari, miniatur moge yang laku terjual di kisaran 2 hingga 3 pcs. Harganya tergolong murah, kisaran harga 25 ribu hingga 50 ribu rupiah.

Mengingat prospeknya cukup menjanjikan, Artawan berkeinginan memperbanyak produksi. “Kalau produksi lebih banyak, pembeli tidak perlu menunggu jika berminat,” pungkasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.