DENPASAR, BALIPOST.com – Pia merupakan oleh-oleh khas Bali yang banyak diincar wisatawan saat berlibur ke Bali. Salah satu merek yang ikut meramaikan persaingan produk oleh-oleh ini adalah Pia Pendet.

Pia pendet merupakan hasil kreasi resep dari Sentot Widiarta, Manager Guntur Corner dan AA Mirah Aryani (49), owner Guntur Corner dan Pia Pendet. Kreasi resep tersebut tercipta sejak 2012.

Mulanya, Agung Mirah bekerjasama dengan temannya memproduksi Pia Pendet. Dari sisi bahan dan alat-alat memasak, Agung Mirah yang menyediakan. Namun dari sisi pengerjaan dilakukan temannya.

Setelah berjalan 6 bulan, kerjasama tersebut putus. Mirah pun seperti kehilangan bisnisnya.

Alat-alat yang telah dibelinya dengan harga yang cukup mahal, sulit untuk dilepaskan. Ia pun mulai bangkit dengan menggandeng Sentot Widiarta untuk membuat resep baru.

Manager Guntur Corner yang juga ahli memasak itu akhirnya mencoba-coba resep. Resep Pia Pendet pun ditemukan.

Kini pia pendet dipasarkan di 6 lokasi yaitu Bebek Tepi Sawah Ubud, Bebek Tepi Sawah Tuban, Bebek Bengil Ubud, Betutu Gilimanuk, Airport, dan di Guntur Corner. Di 6 outlet itu juga ada SPG yang menjelaskan tentang produk ini. Dalam sebulan 500 box pia diproduksi untuk memenuhi permintaan konsumen.

Mirah juga menambah varian produknya dengan pie susu dan cookies. Pie susu yang dibuat tak hanya mengikuti tren, tapi menawarkan rasa baru. Misalnya ada pie susu coklat tiramisu.

Baginya kualitas produk nomor satu. Meskipun ia masih mematok harga 1 box pia pendet dengan harga Rp 75.000, namun ia menjamin kualitasnya tidak kalah dengan produk yang harganya lebih mahal. “Rata-rata pia dijual di atas harga Rp 75.000,” katanya.

Kata konsumennya, coklat pada Pia Pendet berbeda dengan pia lain. Karena coklat yang digunakan kualitas premium. “Biar untung sedikit yang penting jalanlah,” sebutnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.