kapolres
Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Setelah membantah merampas bendera ForBali, Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi kembali menampik telah melakukan pengambilan paksa baju masyarakat yang bertuliskan Bali Tolak Reklamasi (BTR) saat penampilan Band Lolot pada Festival Semarapura 3, Jumat (5/5).

Kapolres Arendra membantah bila personelnya melakukan pengambilan baju. Menurutnya, personel yang melakukan pengawasan pada Semarapura Festival hanya melakukan pengamanan terhadap tongkat bendera yang dikibarkan pada penampilan Band Lolot. Pengamanan ini dilakukan karena saat itu sudah mulai terjadi gesekan antara penonton sehingga personel turun melakukan pencegahan dengan mengamankan sejumlah benda yang dapat menjadi pemicu gesekan.

“Saat itu Bupati Suwirta juga naik panggung mengatur jalannya acara, agar situasi terkontrol,” bebernya.

Baca juga:  Sambut Hari Kemerdekaan RI, Pemasangan Bendera Diimbau Sebulan Penuh

Pihaknya menjelaskan, pada saat itu banyak pemuda yang menggunakan baju BTR, bahkan banyak penonton juga yang datang dengan mulut berbau alkohol. Tidak satu pun personel yang melakukan perampasan baju seperti disebutkan dari pihak ForBali. Kapolres Arendra mengatakan, pengamanan bendera ForBali ini dilakukan tanpa kekerasan.

“Personel yang mengamankan bendera saat itu memberikan pemahaman sehingga bersangkutan mau menyerahkan bendera dengan baik. Setelah acara selesai, bendera dikembalikan,” sebutnya.(dewa farendra/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.