Kolang Kaling. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat buah ini digemari banyak orang. Tapi yang lebih luar biasa, kolang-kaling memiliki potensi yang baik untuk kesehatan tulang dan sendi.

Kolang-kaling, yang juga dikenal sebagai buah atep adalah produk olahan dari pohon aren atau enau (Arenga pinnata). Buah yang banyak ditemukan di daerah Asia Tenggara dan Selatan ini diperoleh dari buah aren setengah matang yang kemudian dibakar atau direbus.

Buah aren yang akan diolah menjadi kolang-kaling tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda. Hal tersebut akan memengaruhi kualitas kolang-kaling yang dihasilkan. Jika terlalu tua, tekstur kolang-kaling menjadi keras dan bila terlalu muda teksturnya akan semakin lunak sehingga sulit untuk diolah lebih lanjut.

Dikutip dari klikdokter.com, kolang-kaling memiliki kandungan zat gizi yang beragam. Salah satu yang paling dominan adalah karbohidrat, dalam bentuk galaktomanan. Galaktomanan diketahui memiliki fungsi sebagai antinyeri dan antiradang untuk penyakit sendi.

Baca juga:  Konsumsi Obat Penenang, Kenali Dulu Risikonya

Selain galaktomanan, tidak banyak yang tahu kalau buah yang berbentuk lonjong, berwarna putih pucat transparan, dan bertekstur kenyal ini juga sangat kaya kandungan fosfor dan kalsium. Keduanya baik untuk kesehatan gigi, tulang, dan sendi.

Sebagai perbandingan, jumlah kalsium dalam 100 gram kolang-kaling ialah 91 mg, sedangkan dalam susu murni 125 mg. Oleh sebab itu, kolang-kaling bisa menjadi salah satu alternatif sumber kalsium bagi mereka yang tidak menyukai atau alergi susu.

Selain untuk kesehatan tulang dan sendi, kolang-kaling yang juga kaya akan kandungan serat bisa menjadi alternatif makanan sehat bagi penderita diabetes dan melancarkan buang air besar bagi yang sembelit. Potensi kolang-kaling bagi kesehatan bisa terus dioptimalkan, khususnya mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapat.

Namun tentu saja, diperlukan studi lebih lanjut atas hal ini. Dan bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan, terutama kesehatan tulang dan sendi, tak ada salahnya memanfaatkan kolang-kaling. (Goes Arya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.