Senderang jalan
Pengendara melintasi jalan yang senderan jalan longsor di Dusun Tamblingan. (BP/sos)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Senderan jalan Tamblingan, Desa Munduk-Desa Gesing, Kecamatan Banjar yang longsor ditinjau Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Perbaikannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Itu baru akan diusulkan pada APBD Perubahan 2017.

Kepala Dinas PUPR, I Ketut Suparta Wijaya saat dikonfirmasi, Kamis (4/5) mengatakan pemantauan ke lokasi sudah dilakukan, Rabu (3/5). Hasilnya, diketahui longsor tersebar di tiga titik.

Rinciannya, titik I dengan panjang 28 meter, titik II dengan panjang 12 meter, serta titik III memiliki panjang 10 meter. Ketinggian seluruhnya masing-masing 3 meter. “Setelah kami pantau, ada tiga titik yang longsor,” jelasnya.

Sementara untuk perbaikannya, akan diusulkan pada APBD perubahan. Sesuai gambaran awal, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 150 juta untuk ketiga titik tersebut. “Nanti akan kami programkan di APBD Perubahan 2017. Mudah-mudahan ada anggaran untuk itu,” katanya.

Baca juga:  Ditetapkan, DPT Karangasem Berjumlah 380.195 pemilih

Ruas jalan sepanjang 5,1 kilometer itu, sebut Wijaya memang rawan longsor. Itu tak lepas dari lokasinya yang diapit tebing dan jurang. Oleh sebab itu, pengendara diminta untuk berhati-hati saat melintas. “Disisi kiri dan kanan jalan itu diapit tebing dan jurang,” imbuhnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Tamblingan, Nengah Suama menuturkan longsor itu sudah terjadi sebulan lebih, bertepatan saat hujan lebat. Saat itu, aliran air dari kawasan perkebunan warga sangat deras hingga tak mampu tertampung pada saluran. “Ini terjadi barengan dengan banjir di Pancasari. Saat itu hujan lebat,” ujarnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.