Paket
Pemusnahan barang bukti razia di LP Banyuwangi, baru-baru ini. (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com- Upaya penyelundupan sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Banyuwangi, Jawa Timur masih saja terjadi. Terbaru, empat paket sabu ditemukan warga binaan di sebuah ruangan terbuka LP, Senin (1/5) pagi. Pemilik sabu masih misterius. Muncul dugaan, kehadiran sabu di dalam bungkus rokok itu untuk menjebak petugas LP.

Informasi di lapangan menyebutkan, serbuk haram itu ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi itu, seorang warga binaan, Suryono, sedang membersihkan ruangan yang biasa digunakan pembinaan warga LP. Saat menyapu, warga binaan ini mendapati sebuah bungkus rokok. Lalu, diambilnya. Betapa terkejutnya, ketika diperiksa, di dalamnya terdapat empat linting plastik berisi serbuk putih. Temuan itu langsung dilaporkan ke Kepala Pengamanan LP Banyuwangi dan Kepala LP Banyuwangi.

“Kita sudah laporkan kejadian ini ke Polres Banyuwangi. Barang bukti sudah diserahkan ke Satuan Narkoba Polres,” kata Kepala LP Banyuwangi Arimin didampingi Kepala Pengamanan LP Banyuwangi, Eko Ari Wibowo.

Hingga Senin sore, kata Arimin, pemilik sabu tersebut masih misterius. Namun, pihaknya masih terus menyelidiki kejadian ini. “Secara internal kita akan selidiki dan usut. Lalu, proses selanjutnya kita serahkan ke Polres,” jelas Arimin.

Baca juga:  2017, BNNK Gianyar Rehab 20 Pengguna dan Pidanakan 4 Orang

Sementara Kepala Pengamanan LP Banyuwangi Eko Ari Wibowo menjelaskan sabu yang ditemukan bukan di ruang kerja petugas LP. Namun, ruang terbuka yang digunakan untuk kegiatan pembinaan para warga binaan. “Jadi, bukan ruang kerja petugas LP. Tapi, ruang terbuka untuk pembinaan. Itu semua bisa masuk,” tegas Eko.

Ruangan itu, kata Eko, biasanya dipakai untuk kegiatan pembinaan. Namun, ada petugas yang ditempatkan di sana. Meski begitu, pihaknya tetap mengusut kejadian ini. Terutama, pemilik sabu tersebut.

Eko mencurigai, ada upaya menjebak petugas dengan hadirnya sabu itu. Apalagi, pihaknya cukup gencar memberangus peredaran sabu di dalam LP Banyuwangi. “Kasus serupa pernah juga saya alami sendiri. Alat keyboard pernah diberi lembaran alumunium foil untuk membakar sabu,” jelasnya.

Kejadian ini kata Eko tak akan menyurutkan niatnya memberangus masuknya sabu ke LP. Selama ini, imbuhnya, razia peredaran narkoba terus gencara digelar di LP, termasuk tes urine seluruh warga binaan dan sipir. (budi wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.