AMLAPURA, BALIPOST.com – Perempuan dengan segudang prestasi asal Karangasem berhasil menjadi wakil Bali di ajang Putra Putri Pariwisata Nusantara. Namanya Ni Putu Lilyk Rahmawati.

Agar bisa tampil maksimal, runner up Jegeg Bali tahun 2013 ini bersama pembina Ida Ayu Ratih Ratna Dewi, meminta restu Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, belum lama ini. Alumni SMAN 2 Amlapura, mengatakan rencananya grand final Putra Putri Pariwisata Nusantara akan dilaksanakan pada 6 Mei nanti.

Dia meminta dukungan dan spirit Ibu Bupati agar bisa mengharumkan nama Bali dan Karangasem khususnya, pada ajang itu. Bupati Mas Sumatri mengapresiasi capaian Lilyk Rahmawati.

Oleh karena itu, agar tampil maksimal di tingkat nasional, Bupati Mas Sumatri meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinaa Kebudayaan untuk mendampingi Lilyk selama di Jakarta. “Mohon doanya semua masyarakat Karangasem semoga saya bisa tampil maksimal,” kata Lilyk.

Lilyk Rahmawati dikenal sebagai Srikandi Karangasem yang memiliki segudang prestasi. Sebelum tampil dan berprestasi pada ajang ini, dalam cacatan prestasinya, Lilyk pernah menjadi juara I Tari Manuk Rawa se-Kabupaten Karangasem, juara I Payas Madya ke Pura tingkat Kabupaten, juara III Lomba KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba) se-Provinsi Bali.

Selain itu, Lilyk juga pernah meraih prestasi pada ajang Paskibraka Provinsi Bali, Jegeg Karangasem 2013, runner up Jegeg Bali 2013, Putri Batik Nusantara 2013, peserta Internasional Tourism Course di Singapura, peserta art and culture mission di Korea Selatan, peserta JATA Tourism Expo di Jepang.

Baca juga:  Arya-Mahayani, Putra-Putri Pariwisata Nusantara

“Baru-baru juga meraih runner up I Puteri Bali 2016, juara II Peragaan Busana tingkat Nasional dalam Pesona Budaya HUT TMII 2016 dan jadi pemenang Kuta Icon Model Search 2016,” tegasnya.

Atas berbagai prestasinya itu, Lilyk Harmawati juga pernah diundang sebagai narasumber program “Anak Bangsa” Radio SWiB 106,8 FM (Kelompok Media Bali Post). Saat itu, dia banyak berbicara tentang pariwisata Bali.

Dia menyampaikan, selain berpegang teguh pada budaya, objek dan daya tarik wisata (ODTW), Bali khususnya Karangasem harus terus berbenah, agar mampu memenuhi unsur-unsur dalam sapta pesona, yakni; aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. “Jangan hanya mengeksploitasi potensinya saja. Tapi, yang terpenting setiap ODTW harus memenuhi unsur sapta pesona. Pemerintah daerah harus mampu membuat ODTW itu pantas dikunjungi,” ujar alumni SMAN 2 Amlapura ini.

Dia melihat Karangasem memiliki potensi pariwisata cukup besar. Hanya saja, potensi itu belum dimaksimalkan dan belum memenuhi unsur sapta pesona. Sebagai generasi muda dia menekankan, agar perkembangan pariwisata dan ancaman terhadap budaya dapat disadari sedini mungkin oleh generasi muda. Dengan demikian, generasi muda akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses filter dampak negatif dari perkembangan pariwisata. (Bagiartha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.